Depok-//DJALAPAKSINEWS// — (12/06/2026), makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
Terkadang sebagian orang merasa heran…
Kenapa setelah diruqyah tubuh bisa menangis, mual, muntah, pusing, gemetar, mengantuk, bahkan terasa lebih ringan?
Apakah itu dibuat-buat?
Apakah pasti karena gangguan jin? Belum tentu..
Dalam Ruqyah Syariyyah, reaksi tubuh bisa terjadi karena berbagai faktor. Bisa karena pengaruh psikologis, emosional, kelelahan, sugesti, ataupun respon tubuh ketika mendengar bacaan Al-Qur’an yang menyentuh hati dan pikiran seseorang.
Dan dalam beberapa kondisi tertentu, reaksi juga bisa muncul pada orang yang mengalami gangguan non medis.
Karena itu, ruqyah harus dipahami dengan ilmu, adab, dan tidak berlebihan dalam menyimpulkan sesuatu.
Ruqyah bukan ajang pertunjukan reaksi. Bukan pula untuk menakut-nakuti masyarakat.
Tujuan utama ruqyah adalah:
✔ Menguatkan tauhid
✔ Mendekatkan diri kepada Allah
✔ Menenangkan hati
✔ Menjadi ikhtiar pengobatan yang syar’i
Kadang reaksi seseorang berbeda-beda:
* Ada yang menangis
* Ada yang merasa tenang
* Ada yang mengantuk
* Ada yang tidak merasakan apa-apa..
Dan semuanya tidak bisa langsung dijadikan ukuran tingkat gangguan seseorang.
Yang paling penting setelah ruqyah bukan sekadar “reaksi”, tetapi:
Apakah shalatnya membaik?
Apakah hatinya lebih tenang?
Apakah ia semakin dekat dengan Allah?
Karena hakikat kesembuhan bukan hanya badan yang sehat…Tetapi hati yang kembali kepada Allah.//Dewi GMI//
Penulis: Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kesehatan Green Medicine Institute (GMI) — Informasi lebih lanjut hubungi – Contact Person: ARIN — +62 812-8110-0065







