Penilaian Kelas Kelompok Tani di BPP Gunungjati Jadi Tolok Ukur Kemajuan Petani

oleh -13 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews – Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan penilaian kelas kelompok tani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gunungjati, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut mencakup kelompok tani dari wilayah kerja BPP Gunungjati, Suranenggala, Kapetakan dan Panguragan. Penilaian dilakukan untuk mengetahui perkembangan kelompok tani, mulai dari administrasi, kelembagaan, aktivitas kelompok hingga kemampuan dalam mengembangkan usaha pertanian.

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Kabupaten Cirebon, Waryono, S.E., mengatakan penilaian kelas kelompok tani bukan sekadar kegiatan administrasi, melainkan menjadi tolok ukur perkembangan dan kemandirian para petani.

“Melalui penilaian ini, kita dapat melihat sejauh mana perkembangan kelompok tani, sekaligus mengetahui kekurangan dan kelebihan yang perlu menjadi bahan evaluasi dan pembinaan,” ujar Waryono.

Menurutnya, kelompok tani memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran, kerja sama, pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan petani. Karena itu, kelompok tani diharapkan tidak hanya aktif saat ada bantuan atau program pemerintah.

“Yang kita dorong adalah kelompok tani yang mandiri, tertib administrasi, mampu menyusun rencana kegiatan dan mengembangkan potensi usaha pertanian sesuai kondisi wilayahnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar kelompok tani semakin kuat secara kelembagaan dan mampu menerapkan inovasi serta teknologi pertanian.

Melalui kegiatan penilaian tersebut, pemerintah berharap kelompok tani di Kabupaten Cirebon semakin berkembang, mandiri dan memiliki daya saing dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.