KHOTAMAN DAN IMTIHAN PERDANA TPQ AL HUSNA METODE QIROATI

oleh -389 Dilihat

Cirebon Djalapaksinews – TPQ Al Husna Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, sukses menggelar Khotaman dan Imtihan ke-1 Metode Qiroati, pada Sabtu, 25 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah sekaligus tonggak awal perjuangan TPQ Al Husna dalam mencetak generasi Qur’ani yang mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai kaidah tajwid.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Pemerintah Desa Babakan, Pendamping Desa Kemendesa,para tokoh ulama, pengurus Koordinator Cabang (Korcab) Qiroati Kabupaten Cirebon, para ustadz dan ustadzah, wali santri, serta jajaran pengurus Koordinator Kecamatan (Korcam) Qiroati Kecamatan Ciwaringin.

Rangkaian kegiatan khotaman dan imtihan diawali dengan pembacaan kaidah-kaidah Metode Qiroati, dilanjutkan dengan uji baca (imtihan) santri sebagai bentuk evaluasi kelayakan membaca Al-Qur’an sesuai standar Qiroati. Suasana haru dan bangga tampak menyelimuti para wali santri yang menyaksikan putra-putrinya mengikuti prosesi dengan penuh kesungguhan.

Ketua Korcam Qiroati Kecamatan Ciwaringin, Nurlaeliyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar atas terselenggaranya khotaman perdana tersebut.
“Khotaman dan Imtihan TPQ Al Husna yang pertama ini, insyaallah menjadi bagian dari awal perjuangan kami untuk terus menggaungkan dan mengembangkan Metode Qiroati di wilayah Cirebon, khususnya di Desa Babakan Kecamatan Ciwaringin. Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah dan usaha kita dalam menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran para ustadz dan ustadzah serta dukungan penuh para wali santri yang istiqamah mendampingi proses belajar anak-anak hingga mampu mengikuti khotaman.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah santri TPQ Al Husna dinyatakan mengikuti dan lulus tahapan khotaman Qiroati, sebagai bukti keberhasilan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berjenjang.

Sementara itu, Sofyan Ahlaf, salah satu perwakilan wali santri, dalam sambutannya menyoroti pentingnya pembelajaran Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
“Di Indonesia, berdasarkan sejumlah penelitian, sekitar 65 persen umat Islam masih buta huruf Al-Qur’an. Ini merupakan problem besar yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga kehadiran Metode Qiroati dapat menjadi bagian dari solusi dalam pengentasan buta aksara Al-Qur’an.

Saya juga mengajak masyarakat untuk belajar Al-Qur’an dengan Metode Qiroati di tengah pesatnya penggunaan internet yang semakin sulit dikontrol bagi anak-anak,” tuturnya.
Pemerintah desa setempat turut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pendidikan keagamaan, khususnya pembelajaran Al-Qur’an berbasis Metode Qiroati, yang dinilai efektif dalam membentuk karakter religius sejak usia dini.

Kegiatan Khotaman dan Imtihan ke-1 TPQ Al Husna ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an, masyarakat, dan pengurus Qiroati dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.