Densus 88 Gelar Safari Ramadan di Ponpes Nurul Hadid Cirebon, Perkuat Wawasan Kebangsaan Santri

oleh -470 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews — Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Nurul Hadid, Dusun III RT 001 RW 004 Desa Winduhaji, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Jabar Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Bogieg Sugiarto, S.H., S.I.K., M.H., yang hadir bersama Kanit Idensos Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri, Kompol Satori, S.H., M.M.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Sedong AKP Usman, S.H., Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hadid KH. Ustadz Yusuf Sutisna, perwakilan Pemerintah Desa Winduhaji melalui Kaur Umum Jamhadi, S.Sos., serta sekitar 100 orang pengurus dan santri putra dan putri pondok pesantren setempat.

Acara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Sutisna. Dalam ceramahnya, ia mengulas hakikat ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai momentum pembinaan diri, peningkatan ketakwaan, serta penguatan akhlak.

Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa, seperti ghibah atau membicarakan keburukan orang lain.

“Ramadan adalah bulan pembinaan diri. Jika seseorang mampu menjaga lisan, hati, dan perbuatannya, maka puasa akan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan para santri.

Ia juga menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, serta amal kebaikan selama bulan suci tersebut.

Setelah tausiah keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah kebangsaan yang disampaikan oleh Kombes Pol. Bogieg Sugiarto. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, khususnya para santri.

Ia menekankan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dibangun di atas nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.

“Islam adalah rahmatan lil alamin, membawa rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kebangsaan kita. Karena itu, menjaga persatuan dan kedamaian merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

Kombes Pol. Bogieg Sugiarto menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan pengurus pondok pesantren, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, Kabupaten Cirebon memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan, sehingga sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan ke pondok pesantren merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Densus 88 setiap tahun sebagai bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya juga ingin membangun kedekatan dengan kalangan pesantren sekaligus memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai tugas dan fungsi Densus 88.

“Selama ini mungkin ada persepsi bahwa Densus 88 terlihat menakutkan karena saat bertugas menggunakan pakaian taktis berwarna hitam, helm, penutup wajah, serta perlengkapan senjata lengkap. Itu merupakan bagian dari prosedur tetap saat operasi,” ujarnya.

Namun di balik tugas tersebut, kata dia, Densus 88 juga memiliki peran pembinaan dan edukasi kepada masyarakat, termasuk upaya meluruskan pemahaman yang menyimpang atau radikal agar kembali pada nilai-nilai keagamaan yang moderat dan cinta tanah air.

Ia menambahkan, Pondok Pesantren Nurul Hadid merupakan salah satu pesantren yang menjadi mitra pembinaan Densus 88 di Jawa Barat. Selain itu, terdapat sejumlah pesantren lain di berbagai daerah yang juga menjalin kerja sama serupa dalam penguatan moderasi beragama.

Sementara itu, Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hadid, Ustad Yusuf Sutisna, mengapresiasi kunjungan dan program Safari Ramadan yang dilakukan oleh Densus 88.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan tambahan bagi para santri mengenai pentingnya memahami agama secara moderat sekaligus memiliki kesadaran kebangsaan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat menambah pengetahuan para santri tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga terbangun komunikasi yang baik antara pondok pesantren dengan aparat keamanan dalam menjaga kerukunan dan stabilitas masyarakat.

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.