Densus 88 Gelar Safari Ramadan di Ponpes Al-Mutaqien Kondangsari

oleh -283 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al-Mutaqien, Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan, buka puasa bersama, serta salat berjamaah mulai dari Maghrib, Isya hingga Tarawih bersama para santri dan pengurus pesantren.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Idensus 88 Kompol Satori, S.H., M.M. sebagai bagian dari agenda silaturahmi dan pembinaan ke sejumlah pondok pesantren di wilayah Jawa Barat selama bulan suci Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan pengajar Pondok Pesantren Al-Mutaqien, di antaranya Ust. Abdul Muid selaku pembina yayasan, Ust. Dede Suhendi sebagai Ketua Yayasan, Ust. Turcahyo Alfaruq (Humas), Ust. Fajrun Mustaqim (Mudir Pesantren), Ust. Dani Juliana (Bendahara), Ust. Khaidar Ibnu Sina (Sekretaris Yayasan), serta sejumlah pengajar dan pengelola lainnya.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur pemerintah dan keamanan setempat, seperti Kepala Desa Kondangsari Jahari, Kadus Fajar, Sertu Jaya selaku Babinsa, dan Aiptu Gugun Anhari selaku Bhabinkamtibmas Polsek Beber. Sebanyak 92 santri Pondok Pesantren Al-Mutaqien juga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Mutaqien Ust. Dede Suhendi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Densus 88 ke pesantren yang dipimpinnya. Ia berharap kegiatan Safari Ramadan tersebut dapat mempererat sinergi antara pesantren, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu yang hadir. Melalui kegiatan Safari Ramadan ini kita dapat berkumpul untuk mempererat kerja sama dengan berbagai instansi, baik Densus, Polsek, maupun stakeholder lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum bagi umat Islam untuk belajar kesabaran dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Semoga bulan Ramadan ini dapat kita jalani dengan baik, Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan keberkahan kepada kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kompol Satori dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa, aparat keamanan, serta pihak pesantren yang telah menyambut kegiatan Safari Ramadan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda Safari Ramadan ketiga yang dilakukan oleh Densus 88 dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat.

“Kami melakukan roadshow ke berbagai pondok pesantren di Jawa Barat dengan harapan lembaga pendidikan ini mampu mencetak santri yang berilmu sekaligus memiliki adab yang baik, sehingga ilmu yang dimiliki dapat membawa kedamaian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan aparat keamanan, agar tercipta sinergi dalam membangun lingkungan yang aman dan harmonis.

Kompol Satori juga menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan tersebut sedikit mengganggu aktivitas rutin para santri.

“Kami mohon maaf apabila kegiatan ini mengganggu kebiasaan para santri. Namun insyaallah kegiatan ini tidak mengurangi nilai ibadah kita di bulan suci Ramadan,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para santri agar terus belajar dengan sungguh-sungguh serta menjaga adab dan menghormati para guru.

“Kami titip kepada para santri, belajarlah dengan baik, jaga adab dan hormati guru-guru kalian agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Mudir Pesantren Al-Mutaqien Ust. Fajrun Mustaqim juga menyampaikan tausiyah tentang makna puasa Ramadan dengan mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman agar mereka menjadi pribadi yang bertakwa.

Ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pendidikan jiwa untuk melatih pengendalian diri dari hawa nafsu.

Menurutnya, puasa juga mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, khususnya kepada kaum fakir miskin.

“Puasa yang berhasil adalah puasa yang mampu melahirkan ketakwaan, di mana seseorang menjadi lebih jujur, peduli, dan mampu menjauhi perbuatan maksiat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah bersama para santri dan tamu undangan. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai wujud sinergi antara aparat, pesantren, dan masyarakat

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.