Pelantikan Perwosi 2026–2030, Wakil Wali Kota Dorong Perempuan Aktif Berolahraga

oleh -13 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews — Pelantikan Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kota Cirebon periode 2026–2030 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan di bidang olahraga sekaligus mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang pada kesempatan yang sama juga dilantik sebagai Ketua Perwosi Kota Cirebon, Kamis (16/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa keberadaan Perwosi sebagai organisasi fungsional di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya bagi kaum perempuan. Sejak berdiri pada tahun 1967, Perwosi dinilai konsisten mengemban misi untuk membudayakan olahraga di kalangan wanita, sebuah langkah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

“Di era modern, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas fisik, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, identitas, bahkan kebutuhan. Karena itu, peran Perwosi menjadi semakin penting dalam mengajak perempuan untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Perwosi tidak hanya berbicara tentang olahraga dan prestasi, melainkan juga menyangkut peran perempuan dalam keluarga dan masa depan Kota Cirebon. Menurutnya, perempuan yang sehat akan mampu menjaga dirinya, keluarganya, hingga lingkungan sekitarnya.

“Bagi saya, Perwosi bukan hanya tentang olahraga atau prestasi. Perwosi juga tentang perempuan, keluarga, dan masa depan kota Cirebon tercinta. Jika perempuan sehat, maka kota ini akan tumbuh lebih kuat dan lebih cepat,” ungkapnya.

Namun demikian, Wakil Wali Kota juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Ia menyoroti masih rendahnya kesadaran berolahraga di kalangan perempuan, bahkan masih banyak yang merasa ragu atau takut untuk terjun menjadi atlet.

“Kita masih menghadapi kenyataan bahwa olahraga belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus Perwosi untuk menjadikan tantangan tersebut sebagai pemicu semangat dalam menghadirkan program-program yang lebih membumi dan berdampak nyata. Ia meyakini bahwa upaya membudayakan olahraga di kalangan perempuan merupakan investasi jangka panjang bagi terciptanya keluarga yang sejahtera dan masyarakat yang produktif.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru Perwosi dan memandang organisasi ini sebagai mitra strategis dalam mensosialisasikan gaya hidup sehat. Sinergi antara pemerintah dan organisasi olahraga dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang berdaya.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung setiap langkah Perwosi, baik melalui kebijakan maupun penyediaan fasilitas. Harapannya organisasi ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok Kota Cirebon,” tambahnya.

Ia juga berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi motor penggerak kebangkitan olahraga perempuan, sekaligus melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet wanita agar mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

“Yang kita mulai hari ini bukan sekadar pelantikan, tetapi sebuah kesadaran baru. Kesadaran bahwa kesehatan perempuan adalah fondasi kekuatan sebuah kota. Mari jalankan amanah ini dengan hati dan komitmen. Tidak perlu langsung besar, yang penting konsisten dan terus bergerak,” pesannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Cirebon, Abdul Sholeh, menekankan pentingnya menjadikan pelantikan ini sebagai titik awal kerja nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk mendukung kemajuan olahraga di Kota Cirebon.

“Kami berharap pelantikan ini tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal sinergi yang kuat. Dinas Pemuda dan Olahraga siap membuka komunikasi dan berkolaborasi dalam setiap program yang akan dijalankan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena masyarakat yang masih didominasi gaya hidup kurang gerak. Menurutnya, fasilitas olahraga yang tersedia di kawasan Bima Utama dan Bima Madya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, termasuk oleh komunitas perempuan.

“Di kawasan Bima Utama dan Bima Madya tersedia berbagai fasilitas seperti lintasan jalan, lapangan sepak bola, hingga kolam renang. Ini bisa menjadi ruang bersama untuk membangun kebiasaan hidup sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak pengurus Perwosi untuk aktif merancang program dan event olahraga yang terarah sehingga dapat difasilitasi dan didukung oleh pemerintah daerah.

“Harapannya, geliat olahraga di Kota Cirebon semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Utoyo )

No More Posts Available.

No more pages to load.