Keluarga Besar KAI Kenang Jasa Soerharto, Berziarah ke Makam Presiden RI ke-2

oleh -19 Dilihat

Karanganyar – //DJALAPAKSINEWS// – Usai berhasil mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke- VIII di Semarang, Jumat kemarin. Kongres Advokat Indonesia (KAI) melanjutkan kegiatan dengan melakukan ziarah ke makam Presiden Republik Indonesia ke- 2 Jenderal Besar TNI (Purn) H.M Soeharto dan istrinya Raden Ayu Siti Hartinah atau biasa kita kenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, Sabtu (18/4/2026).

Bagi Kongres Advokat Indonesia, kegiatan ziarah itu bukan semata-mata seremoni tetapi jadi momen refleksi nilai pengabdian dan penghormatan. Dengan berziarah ke makam mantan orang nomor satu di republik ini, jadi lebih menghargai jasa yang telah diberikan oleh Soeharto kepada bangsa ini terlebih beliau juga telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Ketua Umum KAI Siti Jamaliah Lubis mengatakan kita datang ke makam Pak Harto merupakan sebuah penghormatan kepada beliau atas jasa-jasa yang telah diberikan kepada bangsa ini. Seperti kita ketahui saat beliau wafat banyak sekali rakyat yang menangisi atas kepergiannya.

“Kami sebagai bagian dari penegak hukum akan meneruskan apa yang telah dibuat oleh Bapak Soeharto, seperti kita ketahui di jaman beliau kedamaian sangat terasa di negara yang kita cintai ini. Majunya Indonesia juga tidak lepas dari jasa-jasa beliau untuk kita semuanya, untuk itu kami doakan kepada Pak Harto dan Ibu Tien mendapatkan surge atas jasanya kepada bangsa ini,” ujarnya saat berziarah di Astana Giribangun, Sabtu (18/04/2026).

Sementara itu Ketua Dewan Penasehat KAI Rusdi Taher juga menjelaskan saya memiliki sejarah bersama dengan Pak Harto, karena saya pernah menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 1982. Kemudian lanjut saya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 1987 sampai tahun 90an, lanjut lagi tahun 1992 sampai 1997 saya masih tetap menjadi anggota DPR RI dan menjabat sebagai wakil ketua komisi III.

“Saya tidak mungkin menjadi anggota DPR RI tanpa persetujuan Pak Harto pada waktu itu. Sebagai seorang muslim diajarkan apabila seseorang meninggal dunia maka tidak akan terputus amalnya pada tiga hal, pertama adalah anak soleh yang selalu mendoakan orang tuanya, kedua ilmu yang bermanfaat dan yang ketiga adalah amal jariyah,” katanya.

Lanjut Rusdi, dalam konteks ini saya yakin dan percaya dengan amal besar jariyah yang dimilikinya, insha Allah almarhum Bapak Jenderal Besar TNI (Purn) H.M Soeharto ditempatkan di surga Nya. Saya ingat pada waktu masih menjadi anggota DPR, ada satu program yang sebenarnya sangat bagus tetapi sampai ini belum dilaksanakan kebetulan beliau memiliki satu yayasan yang bertujuan untuk membangun masjid di seantero Indonesia.

“Sebagai seorang advokat yang harus kita renungkan pada sekarang ini adalah melakukan intropeksi dan restropeksi kepada diri kita karena sejalan dengan yang ditinggalkan atau legacy dari pendiri Kongres Advokat Indonesia yang selalu dikatakan bahwa KAI adalah Advokat Pejuang dan Pejuang Advokat, di depan kita ada almarhum Jenderal Besar Soeharto adalah pejuang sejati dari bangsa ini,” ujarnya.

Oleh karenanya, tambah Rusdi, mungkin tidak salah jika Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto telah menganugrahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Jenderal Besar Soeharto. Oleh karena itu kita semua barang kali perlu intropeksi apakah predikat pejuang sebagaimana yang dikemukan oleh almarhum Indra Sahnun Lubis bisa disandingkan dengan almarhum Jenderal Besar Soeharto sebagai pejuang sejati telah benar-benar kita laksanakan atau belum.

“Kenapa hal ini perlu saya kemukakan? Karena bagaimana pun juga peran advokat sebagai aparat penegak hukum di system nasional kita. Karena kalau bicara hukum ada 5 komponen dari system hukum, yang pertama peraturan perundang-undangan, aparat penegak hukum, saran dan prasarana, serta kesadaran hukum di masyarakat,” terangnya.

Saat ziarah tersebut, jajaran Kongres Advokat Indonesia melakukan tabur bunga dan foto bersama di makam  Presiden RI ke-2 Jenderal Besar TNI (Purn) H.M Soeharto dan istrinya Raden Ayu Siti Hartinah (Tien Soeharto). Usai ziarah rombongan  menuju ke Solo untuk membeli cinderamata di Ria Batik./Hari S/Jw//

No More Posts Available.

No more pages to load.