HUT ke-52: DPD PPNI Surabaya Gelar Pelatihan BHD untuk 200 Peserta Masyarakat Awam

oleh -4 Dilihat

Surabaya – //DJALAPAKSINEWS// – (19/04/2026), Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-52 PPNI, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kota Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat awam di Universitas Muhammadiyah Surabaya, pada Sabtu kemarin.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara DPD PPNI Kota Surabaya, HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia) Jawa Timur, serta Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai tuan rumah.

Pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya 55 peserta dari Nasyiatul Aisyiyah, 49 dari Fatayat NU, 30 dari Takmir Masjid Al Akbar, 50 kader PKK Kota Surabaya, serta perwakilan dari Kelurahan Perak Barat.

Ketua DPD PPNI Kota Surabaya, Dr. Nuh Huda, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penolong pertama dalam situasi kegawatdaruratan.

“Penyelamat pertama bukanlah tenaga kesehatan di rumah sakit, melainkan masyarakat yang berada di lokasi kejadian. Dalam kondisi henti jantung, setiap detik sangat berharga, dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa.”

Nuh Huda juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan pada menit-menit awal seringkali menjadi penyebab utama meningkatnya angka kematian di luar fasilitas kesehatan.
Sementara itu, Ketua HIPGABI Jatim Dr Sriyono, S. Kep., Ns., M.Kep. Ns.Sp.Kep.MB menyoroti pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan pra-rumah sakit.

“Pertolongan yang cepat dan tepat pada menit pertama dapat meningkatkan keberhasilan penyelamatan hingga 98 persen. Inilah mengapa pelatihan BHD untuk masyarakat awam menjadi sangat krusial dalam membangun sistem penanganan darurat yang kuat di tingkat komunitas.”

Perwakilan Universitas Muhammadiyah Surabaya , Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep menyampaikan komitmennya dalam mendukung kolaborasi lintas sektor untuk kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami siap menjadi mitra kolaboratif dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi profesi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.”

Pelatihan BHD ini dirancang secara komprehensif, dimulai dari pre-test, pemberian materi, hingga praktik langsung yang meliputi teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan tersedak (Heimlich maneuver), penanganan luka bakar, fraktur, serta komunikasi darurat melalui layanan 112. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memastikan efektivitas pembelajaran praktik.

Salah satu peserta pelatihan, Siti (45), kader PKK, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. “Dulu saya takut kalau melihat orang pingsan atau kecelakaan. Sekarang saya jadi lebih berani karena sudah tahu langkah yang harus dilakukan. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami sebagai masyarakat awam.”

Melalui kegiatan ini, DPD PPNI Kota Surabaya berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan serta mendukung terwujudnya konsep safe community, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu menjadi penolong pertama yang sigap dan terampil. //Aryo/Santi/Jw//

No More Posts Available.

No more pages to load.