Banjar – //DJALAPAKSINEWS// – (20/04/2026), Kegiatan razia kosmetik di SMAN 2 Banjar menjadi sorotan setelah muncul laporan dari siswi dan orang tua kepada redaksi DJalapaksi News. Razia yang difokuskan pada kosmetik tersebut dinilai menimbulkan keresahan.
Razia dilaksanakan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dan Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana bersama guru piket harian. Penertiban ini disebut berkaitan dengan penggunaan kosmetik berlebihan oleh siswa di lingkungan sekolah.
Namun, berdasarkan laporan yang diterima, permasalahan utama bukan terletak pada adanya aturan atau penertiban tersebut, melainkan pada tindak lanjut setelah razia dilakukan. Sejumlah siswi mengaku kosmetik yang diambil tidak dikembalikan dan tidak ada kejelasan mengenai status barang tersebut.
“Kosmetik kami diambil saat razia, tapi sampai sekarang belum ada pengembalian atau penjelasan,” ungkap salah satu siswi yang tidak mau disebutkan namanya.
Orang tua siswa juga menyampaikan hal serupa. Mereka tidak mempermasalahkan adanya aturan terkait penggunaan kosmetik di sekolah, namun mempertanyakan tidak adanya komunikasi lanjutan serta kejelasan mengenai barang milik siswa yang disita.
“Kami memahami aturan sekolah, apalagi jika terkait penggunaan kosmetik berlebihan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa barang tersebut tidak dikembalikan dan tidak ada pemberitahuan kepada orang tua,” ujar salah satu orang tua.
Selain itu, tidak adanya pemanggilan atau komunikasi resmi kepada orang tua turut menambah kekhawatiran. Orang tua berharap pihak sekolah dapat lebih terbuka serta melibatkan mereka dalam setiap proses pembinaan siswa.
Sejumlah pihak mendorong agar sekolah memberikan klarifikasi terkait mekanisme penanganan barang hasil razia, sekaligus memastikan adanya transparansi dan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang beredar. Diharapkan klarifikasi dapat segera disampaikan guna menjaga kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.//Ek/A.Oni/Redaksi//









