CIREBON Djalapaksinews – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan inovasi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kali ini, BAZNAS resmi meluncurkan program bertajuk “Cirebon Tersenyum Minyak Jelantah”, sebuah gerakan pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi sekaligus bernilai ibadah.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Karangsembung dan dihadiri oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Cirebon, Camat Karangsembung, para kuwu, Korwil Bidang Pendidikan Karangsembung, serta para UPZ desa se-Kecamatan Karangsembung, Selasa ( 21/04/26 ).
Program ini digagas sebagai upaya nyata untuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan. Selama ini, limbah minyak bekas rumah tangga kerap mencemari lingkungan, merusak saluran air, bahkan membahayakan kesehatan jika digunakan berulang kali.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cirebon, H. Sigit Nurhendi, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber keberkahan yang dapat membantu sesama.
“Minyak jelantah yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata memiliki nilai ekonomi. Melalui program Cirebon Tersenyum ini, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan limbah tersebut sebagai bentuk sedekah yang manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar H. Sigit.
Menurutnya, minyak jelantah yang dikumpulkan nantinya akan dikelola dan dijual melalui mitra resmi. Hasil penjualannya akan digunakan untuk mendukung berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Cirebon.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis kepedulian sosial. Dengan konsep sederhana namun berdampak besar, masyarakat hanya perlu mengumpulkan minyak bekas pakai dari rumah masing-masing, lalu menyerahkannya ke titik pengumpulan yang telah disiapkan.
H. Sigit menegaskan, program ini bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat terhadap sesuatu yang selama ini dianggap sampah.
“Kami ingin membangun budaya baru bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Bahkan minyak jelantah pun bisa menjadi amal jariyah jika dikelola dengan benar. Ini adalah gerakan kecil dengan dampak besar,” tegasnya.
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Banyak yang menilai langkah tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam mendorong kesadaran menjaga lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Selain membantu program kemanusiaan, minyak jelantah yang terkumpul juga diharapkan mampu menekan pencemaran lingkungan akibat pembuangan sembarangan ke sungai maupun saluran air.
BAZNAS Kabupaten Cirebon berharap program “Cirebon Tersenyum Minyak Jelantah” dapat menjadi gerakan bersama lintas elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, sekolah, pesantren, pelaku usaha kuliner, hingga instansi pemerintahan.
Dengan semangat kolaborasi, program ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat ganda: menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah melalui cara yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Utoyo











