Cahaya Ilmu di Akhir Jam Kerja, Karyawan Bengkel Adab Motor Muhammadiyah Rutin Mengaji Sebelum Pulang

oleh -14 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews – Pemandangan berbeda terlihat di Bengkel Adab Motor Muhammadiyah, yang berlokasi di yayasan Perguruan muhammadiyah kecamatan Lemahabang kabupaten Cirebon.Jika umumnya para karyawan langsung bergegas pulang setelah menyelesaikan pekerjaan, di bengkel ini para pekerja justru menutup aktivitas harian mereka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, Selasa ( 21/04/2026 ).

Setiap menjelang pulang kerja, para karyawan berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan mengaji yang telah menjadi rutinitas tetap. Suasana bengkel yang sebelumnya dipenuhi suara alat kerja dan aktivitas servis kendaraan, berubah menjadi lebih teduh dengan semangat belajar agama.

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ustadz Samsul Ma’arif yang menjadi pengajar Al-Qur’an bagi para karyawan. Menurutnya, program ini bukanlah kegiatan baru, melainkan sudah berjalan secara konsisten selama kurang lebih enam tahun.

“Alhamdulillah, kegiatan mengaji ini sudah berjalan sekitar enam tahun. Ini menjadi bagian dari pembinaan rohani bagi para karyawan agar tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga memperkuat bekal ilmu agama,” ujar Ustadz Samsul Ma’arif.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sekaligus membangun karakter disiplin dan akhlak yang baik di lingkungan kerja.

Menariknya, kegiatan positif ini digagas langsung oleh Hadi Permana Selaku Manager Bengkel Adab Motor Muhammadiyah yang menginginkan tempat kerja tidak hanya menjadi ruang mencari penghasilan, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya nilai-nilai spiritual.

Menurutnya, keseimbangan antara pekerjaan dunia dan bekal akhirat menjadi prinsip penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkah.

Para karyawan pun menyambut baik program tersebut. Mereka merasa kegiatan mengaji setelah bekerja memberikan ketenangan batin, menambah ilmu agama, sekaligus mempererat kebersamaan antar sesama pekerja.

“Capek kerja memang ada, tapi setelah mengaji hati jadi lebih tenang. Ini seperti pengingat bahwa hidup bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga ibadah,” ungkap salah satu karyawan.

Program ini menjadi contoh nyata bahwa dunia usaha dan nilai-nilai religius dapat berjalan beriringan. Bengkel bukan hanya tempat memperbaiki kendaraan, tetapi juga menjadi ruang memperbaiki diri.

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, langkah sederhana seperti mengaji bersama selepas kerja menjadi bukti bahwa keberkahan usaha dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang istiqomah.

Bengkel Adab Motor Muhammadiyah pun menunjukkan bahwa semangat kerja profesional dapat selaras dengan pembinaan akhlak, menjadikan tempat usaha sebagai ladang amal dan pembentukan karakter generasi yang lebih baik.

Utoyo

No More Posts Available.

No more pages to load.