Tuban – //DJALAPAKSINEWS// — (26/04/2026), Salah satu aspek penting yang menjadi fokus Pemerintah Indonesia untuk menunjang pembangunan negara yaitu pembangunan sumber daya manusia khususnya pada bidang penguatan kesehatan. Hal ini tercermin dalam Asta Cita atau program utama pemerintah dimana kesehatan masyarakat menjadi pilar utama dalam penguatan sumber daya manusia Indonesia.
Meski demikian upaya ini menghadapi sejumlah tantangan dimana salah satu isu laten yang membayangi yaitu masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia. Pada tahun 2024, prevalensi stunting tercatat mencapai 19,8%. Walaupun setiap tahun angka prevalensi semakin menurun, tetapi masih diperlukan dukungan dan perhatian semua pihak terkait untuk semakin mendorong perbaikan secara struktural dan fundamental atas isu tersebut.
Merujuk pada sejumlah literatur, cara yang efektif dalam mengatasi permasalahan stunting yaitu intervensi gizi spesifik utamanya pada masa kehamilan dan intervensi gizi pada bayi dan balita khususnya yang berusia di bawah 2 (dua) tahun.
Dalam hal ini peran Posyandu sebagai ujung tombak peningkatan kesehatan masyarakat menjadi krusial tidak hanya menjadi corong edukasi kesehatan masyarakat tetapi dapat juga berperan lebih dalam pada penyediaan sumber makanan sehat secara mandiri kepada para pengguna Posyandu.
Salah satu inisiatif yang dapat diapungkan yaitu penyediaan sumber protein hewani dan sayuran secara mandiri melalui wahana budidaya ikan dan tanaman dengan sistem akuaponik sederhana. Hal ini yang coba diaplikasikan oleh para kader Polindes Cipta Manunggal Desa Mentoso saat mengikuti pelatihan pemanfaatan akuaponik dari Kampoeng Tani Tuban pada Sabtu kemarin di Balai Desa Mentoso.
Selain di Desa Mentoso, kader Polindes Mitra Asih Desa Rawasan juga turut menerima pelatihan yang sama pada hari Jumat sebelumnya.
Eko Hariyanto (40) Kepala Desa Mentoso mengapresiasi perhatian PRPP kepada warga desanya melalui program Cantik Di Hati tahun 2026 ini.
“Terima kasih Pertamina (PRPP) atas inisiatifnya, kami berharap agar program ini dapat didampingi sehingga manfaat akuaponik ini dapat dirasakan seluas-luasnya.” Ucap Eko dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai.
Hal senada disampaikan Dwi (30) kader PKK Desa Rawasan yang juga meyakini bahwa hasil program ini nantinya akan bermanfaat utamanya pada penyediaan makanan tambahan untuk balita.
Pelatihan pengelolaan akuaponik dari Kampoeng Tani ini merupakan bagian dari upaya PRPP yang turut serta secara aktif mendorong perbaikan kualitas kesehatan masyarakat sekitar area Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban melalui program edukasi kesehatan bertajuk Cantik Di Hati yang telah dimulai oleh perusahaan sejak tahun 2024.
Inisiasi pemanfaatan akuaponik sebagai sumber makanan sehat ini merupakan kelanjutan program tahun 2025 lalu yang telah diimplementasikan di Desa Wadung dan Sumurgeneng.
Sementara itu Reizaldi Gustino, Presiden Direktur PRPP dalam kesempatan terpisah menegaskan komitmen PRPP dalam mengembangkan masyarakat sekitar area Proyek GRR Tuban termasuk di bidang pengembangan kualitas kesehatan masyarakat.
“Generasi muda sekitar area Proyek GRR Tuban nantinya akan menjadi calon pemimpin dan ujung tombak pembangunan Indonesia di masa mendatang, oleh karena itu penting sekali untuk memastikan kualitas kesehatan masyarakat bahkan sejak usia dini.
Karena dari badan yang sehat tentu kualitas pikiran dan kreativitas anak-anak akan meningkat yang tentunya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Tuban di masa mendatang.” tukas Reizaldi.
Pada tahun ini total 59 peserta yang merupakan kader Posyandu dan PKK dari Desa Mentoso dan Rawasan mengikuti kegiatan Cantik Di Hati.
Selain pelatihan pemanfaatan akuaponik, kegiatan kali ini juga menghadirkan kegiatan sosilisasi terkait pentingnya kesehatan mental dari tim HSSE PRPP.
Kegiatan Cantik Di Hati, selain sebagai dukungan atas pilar ke-4 Asta Cita, terkait dukungan atas upaya memperkuat SDM, kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu upaya seluruh elemen Proyek GRR Tuban terkait komitmen implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) khususnya terkait TPB nomor 2 Tanpa Kelaparan serta nomor 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.//Hanafi/Jw//









