Harta Kekayaan Wali Kota Cirebon Effendi Edo Rp 3,6 Miliar, Anjlok Gegara Utang Membengkak

oleh -22 Dilihat

Cirebon Djalapaksinews — Harta kekayaan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, tercatat mengalami penurunan signifikan berdasarkan laporan terbaru.Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam pelaporan per 31Desember2025, total kekayaan Effendi Edo berada di kisaran Rp 3,6 miliar . Angkatan ini menurun cukup tajam dibandingkan laporan sebelumnya saat masih berstatus Calon Wali Kota Cirebon.

Penurunan tersebut terutama dipicu lonjakan nilai utang yang mencapai miliaran rupiah. Kenaikan liabilitas ini secara langsung menggerus total kekayaan bersih yang dimilikinya.

Berdasarkan dokumen LHKPN yang dilihat Kantor Berita RMOL Jabar , Minggu, 26 April 2026 komposisi harta Effendi Edo terdiri dari beberapa komponen utama. Aset terbesar masih berasal dari tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah lokasi.

Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin berupa kendaraan pribadi. Nilai aset kendaraan tersebut tercatat sebagai salah satu penopang kekayaan , meski tidak sebesar sektor properti.

Untuk kategori harta bergerak lainnya, tercatat mencakup berbagai aset seperti perabot atau barang bernilai ekonomi lain yang dilaporkan sesuai ketentuan LHKPN.
Sementara pada pos kas dan setara kas , Effendi Edo juga memiliki simpanan dalam bentuk uang tunai maupun rekening yang turut menyumbang total kekayaannya.

Namun demikian peningkatan signifikan pada pos utang menjadi faktor dominan yang menyebabkan total kekayaan bersihnya tampak anjlok dibandingkan laporan sebelumnya.

Dalam laporan terdahulu, nilai utang masih relatif rendah total kekayaan bersih terlihat lebih tinggi.
Perubahan drastis pada komponen kewajiban inilah yang menjadi pembeda utama antar periode pelaporan.

LHKPN sendiri merupakan instrumen transparansi yang wajib dipenuhi oleh setiap penyelenggara negara. Melalui mekanisme ini, publik dapat memantau perkembangan harta pejabat sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.