ASWAKADA 2026 Jadi Momentum Kolaborasi dan Penguatan Peran Daerah

oleh -265 Dilihat

Jakarta Djalapaksinews — Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri Bimbingan Teknis dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026). Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Wakil Kepala Daerah untuk Indonesia yang Harmonis dan Berkemajuan,” kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarwakil kepala daerah sekaligus menyamakan visi dalam mendukung pembangunan nasional dari daerah.

Forum yang diikuti hampir 200 wakil bupati dan wakil wali kota dari berbagai daerah itu menjadi momentum penting untuk meneguhkan posisi wakil kepala daerah sebagai bagian integral dalam tata kelola pemerintahan yang efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum ASWAKADA, Armuji, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat soliditas organisasi pasca Musyawarah Nasional di Yogyakarta. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa wakil kepala daerah membutuhkan wadah komunikasi dan perjuangan yang kuat.

“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal untuk menindaklanjuti hasil Munas dan membangun kesamaan visi tentang peran strategis wakil kepala daerah. Kita ingin posisi ini semakin kuat, baik secara fungsi maupun kewenangan,” ujar Armuji.

Ia menilai ASWAKADA harus terus tumbuh sebagai organisasi yang mandiri dan berdaya, termasuk melalui penguatan kelembagaan dan kontribusi anggota yang terstruktur agar berbagai program organisasi dapat berjalan berkelanjutan.

Armuji juga menyoroti peluang revisi regulasi pemerintahan daerah sebagai momentum untuk memperjelas dan memperkuat kewenangan wakil kepala daerah. Ia mengajak seluruh anggota ASWAKADA aktif menyusun gagasan serta masukan substantif agar aspirasi daerah dapat terakomodasi dalam perubahan kebijakan ke depan.

“Kita harus siap dengan gagasan dan substansi. Ketika ruang revisi terbuka, kita sudah memiliki usulan konkret yang lahir dari pengalaman di daerah,” tegasnya.

Meski demikian, Armuji mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang konsisten, dan komitmen bersama menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi perkembangan ASWAKADA yang dinilainya semakin matang sebagai asosiasi yang memiliki arah perjuangan jelas.

“ASWAKADA hari ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ini bukan lagi sekadar forum komunikasi, tetapi asosiasi yang memiliki peran penting dalam mendorong kualitas kepemimpinan daerah,” ujar Akmal Malik.

Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif pemerintah daerah, termasuk para wakil kepala daerah, dalam memberikan masukan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terutama terkait penguatan peran dan kewenangan wakil kepala daerah.

Menurutnya, banyak persoalan di lapangan muncul akibat belum tegasnya pembagian kewenangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Karena itu, ia mendorong daerah untuk tidak hanya menunggu perubahan, tetapi terlibat aktif merumuskan penyempurnaan regulasi.

“Kalau ingin ada perubahan, daerah harus bersuara. Substansi yang kuat harus lahir dari pengalaman nyata di daerah, termasuk dari para wakil kepala daerah sendiri,” katanya.

Akmal Malik juga menegaskan bahwa kejelasan norma hukum menjadi penting untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis, efektif, dan produktif antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menilai kegiatan Bimtek dan silaturahmi ASWAKADA memiliki arti strategis, tidak hanya sebagai forum penguatan kapasitas, tetapi juga ruang kolaborasi untuk memperkuat peran wakil kepala daerah dalam pembangunan.

“Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Ini ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperluas perspektif, dan merumuskan langkah bersama dalam memperkuat kontribusi wakil kepala daerah bagi kemajuan daerah dan nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sinergi antarwakil kepala daerah menjadi modal penting untuk menghadirkan kebijakan yang lebih responsif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui forum seperti ASWAKADA, berbagai praktik baik dari daerah dapat dibagikan dan menjadi inspirasi bersama.

Menurutnya, penguatan peran wakil kepala daerah juga sejalan dengan semangat menghadirkan pemerintahan yang solid, harmonis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Sinergi bukan hanya soal koordinasi, tetapi tentang bagaimana kita membangun kolaborasi yang menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi energi untuk mewujudkan Indonesia yang semakin solid dan berkemajuan,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.