Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Momentum Perkuat Sinergi Pemberdayaan Warga Binaan

oleh -31 Dilihat

Cirebon Djalapaksinews — Pemerintah Kota Cirebon memperkuat sinergi pemberdayaan warga binaan pada momentum Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 yang digelar di Rumah Tahanan Negara Kelas I Cirebon, Senin (27/4/2026). Pada kegiatan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Edi Siswoyo, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo hadir bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah pemangku kepentingan. Acara juga terhubung secara virtual melalui Zoom dengan pelaksanaan tasyakuran nasional di tingkat pusat.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momen ini dimaknai sebagai refleksi atas perjalanan panjang transformasi sistem pemasyarakatan yang kini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.

Dalam sambutannya secara virtual, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap capaian yang telah diraih sebagai fondasi penguatan peran pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, transformasi pemasyarakatan harus terus diarahkan pada upaya pemberdayaan yang nyata, termasuk melalui program ketahanan pangan dan penguatan produktivitas warga binaan.

“Di balik tembok pemasyarakatan terdapat potensi besar yang harus terus dioptimalkan. Warga binaan harus dipandang sebagai bagian dari kekuatan pembangunan, yang melalui pembinaan tepat dapat tumbuh menjadi pribadi produktif dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan paradigma pemasyarakatan juga ditandai dengan dorongan agar lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan berkembang menjadi unit yang produktif dan mandiri. Melalui pembekalan keterampilan, pelatihan, serta pemanfaatan potensi yang dimiliki, pemasyarakatan diharapkan memberi nilai tambah, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

Rangkaian tasyakuran nasional turut diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman lintas kementerian dan lembaga, penyerahan bantuan, pemberian penghargaan bagi UPT dan pegawai berprestasi, pengukuhan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (PPI), hingga pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Sementara itu, Pj Sekda Kota Cirebon, Edi Siswoyo, menyampaikan apresiasi atas peran Rutan Kelas I Cirebon yang dinilai terus bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, kami mengucapkan Selamat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Ini bukan hanya peringatan tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan semangat kolaborasi dalam menghadirkan sistem pemasyarakatan yang semakin humanis, rehabilitatif, dan memberi harapan baru,” ujar Pj Sekda.

Ia menilai, pembinaan warga binaan tidak bisa menjadi tanggung jawab satu institusi semata. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar proses pembinaan benar-benar menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Kami memandang Rutan Kelas I Cirebon sebagai mitra strategis. Kehadiran unsur Forkopimda, sektor perbankan, kepelabuhanan hingga elemen masyarakat hari ini menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan merupakan tanggung jawab kolektif. Inilah bentuk kolaborasi yang harus terus diperkuat,” katanya.

Pj Sekda juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah dijalankan, mulai dari penguatan keterampilan, pembinaan mental-spiritual hingga upaya menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

Menurutnya, program-program pemberdayaan seperti itu merupakan investasi sosial yang penting bagi masa depan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen memperkuat sinergi dengan jajaran pemasyarakatan agar berbagai program pembinaan dapat terintegrasi dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemulihan ekonomi lokal.

“Kami berharap Rutan Kelas I Cirebon terus menjadi ruang pembinaan yang melahirkan pribadi-pribadi tangguh, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi pembangunan. Rutan bukan semata tempat pembatasan fisik, tetapi dapat menjadi gerbang perubahan yang membuka masa depan baru,” tuturnya.

Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 pun menjadi penegas bahwa transformasi pemasyarakatan bukan hanya tentang pembinaan di balik tembok, tetapi juga tentang membangun harapan, menumbuhkan produktivitas, dan memperkuat kolaborasi demi kemaslahatan bersama.

“Semangat pemasyarakatan, pada akhirnya, menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.