Wali Kota Cirebon Lantik 80 Pejabat, Perkuat Kinerja Birokrasi Berbasis Sistem Merit

oleh -29 Dilihat

CIREBON Djalapaksinews — Estafet kepemimpinan dan penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon memasuki babak baru. Pemerintah Kota Cirebon melaksanakan pengangkatan, pemindahan, dan pengukuhan pejabat dengan total sebanyak 80 orang, termasuk pengangkatan Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, Senin (4/5/2026).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dalam arahannya menyampaikan bahwa perombakan struktur ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menegaskan bahwa transformasi ini adalah upaya sadar untuk menyegarkan organisasi dan memastikan efektivitas pelayanan publik tetap berada pada jalur yang optimal.

“Sebagai organisasi pemerintah, tanggung jawab kita sangat besar. Setiap posisi harus diisi oleh sosok yang tepat dengan kualifikasi yang relevan. Ini adalah kunci agar target pembangunan daerah bisa tercapai secara terukur dan nyata,” ujarnya.

Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa seluruh penempatan jabatan kali ini murni didasarkan pada sistem merit. “Saya perlu menegaskan, keputusan ini tidak didasarkan pada preferensi pribadi. Semuanya melalui evaluasi objektif atas kompetensi, kinerja, dan integritas. Kami berkomitmen menjaga profesionalisme birokrasi agar terhindar dari praktik-praktik yang tidak relevan dengan kebutuhan organisasi,” tambahnya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Wali Kota menitipkan tiga pesan utama. Diantaranya percepatan adaptasi berbasis data, penghapusan ego sektoral melalui kolaborasi lintas unit, serta penjagaan integritas yang ketat di bawah pengawasan publik.

Khusus untuk Sekretaris Daerah yang baru, Wali Kota menaruh harapan besar sebagai dirigen birokrasi. “Sekda punya tanggung jawab besar sebagai koordinator. Pastikan seluruh perangkat daerah berjalan dalam satu visi, efisien dalam anggaran, dan tegas dalam memimpin jalannya roda birokrasi,” tuturnya.

Usai pelantikan, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan rasa syukur dan kesiapannya dalam mengemban amanah tersebut. Baginya, jabatan ini adalah sebuah anugerah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan dan masyarakat.

“Saya sangat bersyukur atas rida Allah SWT dan kepercayaan dari Pak Wali serta Bu Wakil. Sebagai staf, tugas utama saya adalah memastikan visi misi pimpinan tercapai. Namun, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Saya mengajak seluruh elemen, termasuk rekan-rekan jurnalis, untuk bersinergi dan berkolaborasi,” ungkap Iing.

Menanggapi tantangan ke depan, Iing telah memetakan tiga fokus utama yang akan ia sentuh. Pertama adalah penguatan kelembagaan, baik melalui konsolidasi internal perangkat daerah maupun pembukaan ruang kolaborasi eksternal. Kedua, mengenai sumber daya manusia (SDM) ASN yang jumlahnya terbatas namun dituntut untuk terus produktif.

“Kita tidak bisa hanya mengeluh soal keterbatasan jumlah ASN. Pilihannya adalah terus meningkatkan kinerja seperti yang ditekankan Pak Wali Kota,” jelasnya.

Fokus ketiga adalah mengenai stabilitas keuangan daerah. Iing menyadari bahwa kondisi fiskal daerah dalam dua tahun terakhir sedang menghadapi tantangan berat. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kreativitas dan inovasi dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mencari solusi pembiayaan alternatif.

“Dengan skema kreatif dan inovatif, kita berharap dapat mengakselerasi pembangunan yang telah direncanakan, demi kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon yang lebih baik,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.