Pangdam Rudy Soroti Inovasi Penguatan Konstruksi Jembatan Perintis Garuda

oleh -18 Dilihat

Blitar-//DJALAPAKSINEWS// – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau Jembatan Perintis Garuda di Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Selasa (05/05/2026). Jembatan ini telah rampung 100 persen dan bisa digunakan.

Mayjen Rudy mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut, khususnya upaya penguatan konstruksi untuk memastikan jembatan lebih kokoh dan tahan lama.

“Saya lihat juga ada bronjongnya, konsepnya bagus. Jadi bukan hanya jembatannya saja yang kita perkuat dengan konstruksi cor, tetapi bantaran sungainya juga diperkuat agar tidak mudah tergerus. Dengan begitu, jembatan menjadi lebih aman dan tidak mudah mengalami kerusakan,” kata Pangdam dalam sambutan di lokasi.

Pangdam pun berterima kasih kepada warga yang telah bergotong royong bersama prajurit TNI AD dalam proses pembangunan tersebut. Ia juga berpesan supaya jembatan dapat terus dijaga dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Kades Pagergunung Asmanto mengungkapkan, jembatan sebelumnya telah berusia sekitar 23 tahun dan selama ini dinilai kurang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Hal itu dikarenakan jembatan lama hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter, sehingga akses warga menjadi terbatas dan kurang optimal.

Kondisi tersebut diakuinya cukup menghambat mobilitas masyarakat, terutama dalam aktivitas sehari-hari, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju berbagai fasilitas umum.

Mewakili seluruh warga, ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang kini telah hadir dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kami Pemerintah Desa dan seluruh warga Pagergunung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan TNI AD yang telah membangun jembatan baru untuk kami. Kehadiran jembatan ini sangat membantu masyarakat dan menjadi solusi atas kendala akses yang selama ini kami hadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem Untoro mengungkapkan bahwa jembatan tersebut merupakan bagian dari pembangunan tahap III dan IV program tersebut. Secara keseluruhan, terdapat belasan titik pembangunan jembatan tersebut di wilayah jajarannya.

“Saat ini terdapat 16 titik pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di lima wilayah jajaran kami, yakni enam titik di Tulungagung, empat titik di Ponorogo, empat titik di Blitar, serta masing-masing satu titik di Ngawi dan Trenggalek,” katanya usai kegiatan.

Kolonel Untoro menjelaskan, spesifikasi jembatan yang dibangun di wilayah Korem 081/DSJ terbagi dalam tiga jenis, yaitu jembatan gantung, jembatan kabel pancang, dan jembatan beton.

Menurutnya, pemilihan jenis jembatan tersebut dilakukan berdasarkan kondisi geografis di masing-masing lokasi serta kebutuhan masyarakat sekitar, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal, aman, dan berkelanjutan.

Danrem menambahkan, program pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan inisiatif yang diprakarsai langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui TNI AD sebagai solusi atas berbagai kendala aksesibilitas di sejumlah wilayah.

“Program ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan berbagai sektor lainnya,” terangnya.

“Dengan semakin terbukanya akses yang selama ini jadi kendala, tentunya masyarakat akan lebih mudah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian, perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Pada akhirnya, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Setelah meninjau Jembatan Perintis Garuda di Desa Pagergunung, Pangdam Rudy yang juga didampingi pejabat utama Kodam V/Brawijaya selanjutnya meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kesamben.//Arwang R/Jw//

No More Posts Available.

No more pages to load.