Pemkot Cirebon Sambut PKA BPSDMD Jateng, Buka Ruang Kolaborasi Menuju Birokrasi yang Adaptif

oleh -22 Dilihat

Cirebon Djalapaksinews — Pemerintah Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Cirebon, Rabu (6/5/2026).

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mewakili Wali Kota Cirebon, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah.

Dalam sambutannya, Iing Daiman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Cirebon sebagai lokus pembelajaran lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan gagasan dan pengalaman antardaerah.

“Kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh jajaran yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokus studi lapangan. Ini merupakan kehormatan bagi kami karena dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus mempererat silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan daerah kita masing-masing,” ujar Iing.

Ia menegaskan, dipilihnya Kota Cirebon sebagai lokasi studi lapangan tidak dimaknai sebagai ukuran keunggulan satu daerah atas daerah lain. Justru, menurutnya, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk saling belajar secara terbuka.

“Kami tidak sedang merasa lebih baik atau lebih hebat. Justru inilah ruang untuk saling bertukar pikiran, melihat apa yang perlu kami benahi, apa yang mungkin bisa menjadi contoh, dan apa yang bisa kita bangun bersama. Spirit yang kami dorong adalah birokrasi yang mampu bekerja lintas bidang, adaptif, dan memiliki kemampuan multi-tasking serta multi-talenta,” katanya.

Di hadapan para peserta, Sekda juga memaparkan sejumlah fokus pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Cirebon. Salah satu perhatian utama adalah penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah Kota Cirebon meyakini bahwa daya saing produk lokal hanya dapat tumbuh apabila pelaku UMKM didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Sektor UMKM adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Karena itu, sentuhan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi agar produk-produk lokal Kota Cirebon mampu menembus pasar yang lebih luas, bahkan pasar global,” ungkapnya.

Selain sektor ekonomi, Pemerintah Kota Cirebon juga terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Melalui perangkat daerah terkait, berbagai inovasi berbasis data terus dikembangkan, di antaranya sistem Cirebon Satu Data, layanan kegawatdaruratan Cirebon Siaga 112, serta integrasi data geospasial melalui program Satu Peta.

“Bagi kami, data adalah aset penting. Dari data itulah arah pembangunan ditentukan. Dengan pengambilan keputusan yang berbasis data, penggunaan anggaran bisa lebih tepat sasaran dan potensi tumpang tindih program dapat ditekan,” tutur Iing.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan studi lapangan tersebut secara maksimal, bukan hanya melihat praktik baik, tetapi juga memahami tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan birokrasi sehari-hari.

“Saya mengundang Bapak dan Ibu untuk berdiskusi secara mendalam dengan perangkat daerah kami. Jangan hanya melihat keberhasilan, tetapi juga pelajari tantangan, kendala, dan proses di baliknya. Dari situlah biasanya lahir pembelajaran yang paling bermakna,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan studi lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan proyek perubahan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator. Kota Cirebon dipilih karena dinilai memiliki praktik-praktik baik yang relevan untuk dipelajari, khususnya pada sektor koperasi dan UMKM serta transformasi digital pemerintahan.

“Kami datang ke Kota Cirebon untuk belajar dari praktik-praktik baik yang telah dijalankan, terutama di Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik. Hal-hal yang kami temukan di sini nantinya akan kami adopsi dan adaptasikan dalam proyek perubahan para peserta,” ujar Uswatun.

Ia berharap, pengalaman lapangan tersebut dapat memperkuat kapasitas peserta sebagai aparatur yang tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di lingkungan kerjanya.

“Ketika kembali ke daerah masing-masing, kami berharap para peserta benar-benar hadir sebagai agen perubahan yang memiliki karakter problem solver. Itulah esensi utama dari pembelajaran lapangan ini,” katanya.

Uswatun menambahkan, rombongan akan berada di Kota Cirebon selama empat hari untuk mendalami materi studi lapangan sekaligus mengenal lebih dekat potensi daerah.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Kota Cirebon. Insyaallah silaturahmi ini akan terus terjalin dan mudah-mudahan dapat berlanjut pada kerja sama di kesempatan-kesempatan berikutnya,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.