Pemprov Maluku Utara Jalin Kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation

oleh -11 Dilihat

Maluku-//DJALAPAKSINEWS// – Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi Maluku Utara meresmikan kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru, kepemimpinan sekolah, serta pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Kolaborasi ini hadir di tengah tantangan kualitas pendidikan di Maluku Utara, di mana capaian standar satuan pendidikan dengan akreditasi A baru sekitar 18,9%, dan hanya sekitar 36,14% siswa yang mencapai kompetensi minimum literasi.

Pada Upacara Hari Pendidikan Nasional, Elan Merdy selaku Senior Director Putera Sampoerna Foundation menyampaikan, “Pendekatan yang holistik dan berbasis data menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui kolaborasi ini, yang dijalankan melalui pendekatan Public-Private Partnership antara pemerintah daerah, sekolah, dan PSF, kami berharap dapat memperkuat kapasitas sekolah dan memberikan dampak nyata pada kualitas pembelajaran,” ujarnya melalui Keterangan Resmi, Jumat (08/05/2026).

Kolaborasi ini telah berjalan sejak Desember 2025, diawali dengan kegiatan profiling yang diikuti oleh 400 guru dan kepala sekolah dari enam sekolah di Kota Ternate dan Sofifi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan kondisi awal para pendidik secara menyeluruh, sebagai dasar dalam merancang program pengembangan yang tepat sasaran dan tepat guna.

Hasil profiling ini menjadi referensi bagi PSF dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam merancang program inovasi pendidikan berikutnya yang disesuaikan dengan kebutuhan guru, pemimpin sekolah, dan siswa.

Selain itu, Program Peningkatan Kualitas Guru dan Manajemen Sekolah akan dilaksanakan selama dua tahun di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan (Sofifi), mencakup 25 SMA dengan total 175 guru dan 41 manajemen sekolah.

Program ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah berbasis praktik pembelajaran dan data, yang dilanjutkan dengan penguatan literasi dan numerasi di tahun kedua. Melalui peran guru sebagai diseminator, praktik baik diharapkan menyebar ke lebih banyak sekolah sehingga peningkatan kapasitas dapat berlangsung secara berkelanjutan di Maluku Utara.//Arie S/Jw//

No More Posts Available.

No more pages to load.