Kirab Mahkota Binokasih Teguhkan Cirebon sebagai Kota Budaya dan Pluralisme

oleh -31 Dilihat

Cirebon Djalapaksinews — Kota Cirebon kembali menunjukkan sebagai ruang pertemuan budaya, sejarah, dan nilai kebersamaan melalui kirab budaya Mahkota Binokasih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada Minggu malam (10/5/2026). Kegiatan bertajuk Napak Tilas Padjadjaran “Mahkota Bertahta Cinta” tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kirab budaya dimulai dari kawasan Gedung BAT dan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Cirebon sebelum berakhir di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta kirab yang menampilkan ragam kesenian dan budaya khas dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Alunan musik tradisional mengiringi langkah para peserta kirab. Berbagai atraksi seni ditampilkan dengan penuh semangat, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga simbol-simbol budaya Sunda yang sarat makna sejarah. Tepuk tangan warga terdengar silih berganti setiap rombongan melintas, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Ketika rombongan kirab tiba di Alun-alun Sangkala Buana, antusiasme masyarakat tidak surut. Kawasan tersebut telah dipadati warga yang ingin menyaksikan rangkaian pertunjukan seni dan budaya di panggung utama. Nuansa tradisi berpadu dengan semangat kebersamaan menjadikan malam budaya itu terasa begitu hidup.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk keluarga besar kasultanan dan masyarakat Cirebon.

Menurutnya, kirab budaya bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan upaya membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan.

“Ini adalah rangkaian pagelaran napak tilas Padjadjaran melalui Kirab Mahkota Binokasih. Yang paling utama adalah bagaimana kita membangun jembatan antara masa lalu dan masa depan. Masa lalu itu filosofi, histori, dan ideologi. Sedangkan masa depan adalah tantangan yang harus diwujudkan bersama,” ujarnya.

Ia menilai Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan masih terjaga hingga saat ini. Keberadaan bangunan keraton beserta nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar cerita, melainkan identitas yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Gubernur juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memiliki karakter dan berpijak pada budaya sendiri. Menurutnya, pembangunan yang berlandaskan ideologi dan kebudayaan akan melahirkan masyarakat yang memiliki kesadaran, kecerdasan, dan jati diri yang kuat.

“Jangan pernah ragu membangun dengan mengusung karakter dan budaya sendiri. Cirebon adalah kota yang terbuka, mempertemukan pemahaman agama, sejarah, dan alam. Cirebon sesungguhnya miniatur pluralisme Indonesia. Dari kota ini kita belajar tentang Islam yang inklusif dan penuh nilai kewalian,” katanya.

Ia pun menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan perhatian bagi Kota Cirebon, termasuk mendorong penataan kota yang tetap menjaga identitas budaya daerah.

“Saya ingin di setiap gang di Kota Cirebon ada gapura-gapura budaya. Kita harus mengembalikan kewibawaan Kota Cirebon sebagai kota yang memiliki sejarah dan karakter kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kirab budaya yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah kita bersama-sama sudah menyaksikan kirab budaya yang luar biasa. Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Cirebon, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat atas perhatian dan dukungannya untuk Kota Cirebon,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cirebon ingin terus membangun dan menata kota dengan tetap menjaga nilai budaya serta identitas daerah sebagai bagian penting dari pembangunan.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Milangkala Tatar Sunda menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Cirebon.

“Ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bahwa budaya memiliki peran penting dalam mempererat persaudaraan, menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi fondasi dalam pembangunan Kota Cirebon di masa depan,” tuturnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.