Kapan Penderita Diabetes dan Hipertensi Boleh Bekam

oleh -498 Dilihat

Depok-//DJALAPAKSINEWS// — (11/06/2026), Diabetes adalah penyakit kronis yang memerlukan perhatian serius. Diabetes sering disebut juga penyakit gula darah, kencing manis, atau sakit gula.

Tanda diabetes adalah peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat secara efektif mengangkut glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.

Akibatnya, terjadi penumpukan glukosa dalam aliran darah. Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius Jika tidak terkontrol dengan baik. Penyakit ini berpotensi merusak berbagai organ dan jaringan tubuh, termasuk ginjal, mata, dan sistem saraf.

Hipertensi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara kronis. Tekanan darah diukur dalam dua angka: tekanan sistolik (tekanan saat jantung berdetak) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat di antara detakan).

Misalnya, pengukuran tekanan darah 120/80 mmHg. Tingginya tekanan darah berarti jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dan jika kondisi ini berlangsung lama, dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ tubuh lainnya.

Banyak yang bertanya,

“Apakah penderita diabetes dan darah tinggi aman untuk bekam?”

Jawabannya: BISA, namun harus memperhatikan kondisi tubuh dan dilakukan dengan lebih hati-hati 🙏

✅ Tekanan darah sebaiknya terkontrol

✅ Gula darah tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah

✅ Kondisi tubuh tidak terlalu lemas

✅ Tidak sedang mengalami komplikasi berat

✅ Dilakukan oleh terapis yang memahami kondisi pasien

Bekam bukan sekadar mengeluarkan darah, tetapi perlu ilmu, teknik, dan observasi kondisi pasien dengan tepat.

Pada beberapa orang, bekam membantu tubuh terasa lebih ringan, rileks, tidur lebih nyaman, hingga membantu melancarkan peredaran darah sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan 🌿

⚠ Namun perlu diingat:

Bekam bukan pengganti obat atau pengobatan dokter. Tetap penting menjaga pola makan, minum obat sesuai anjuran, olahraga, dan rutin kontrol kesehatan.

Karena setiap kondisi pasien berbeda, penting untuk konsultasi terlebih dahulu sebelum tindakan bekam dilakukan 😊

✨ Sehat itu dijaga, bukan ditunggu saat sakit semakin parah.//Dewi GMI//

Penulis: Pusat Pelatihan dan Pendidikan Kesehatan Green Medicine Institute (GMI) — Informasi lebih lanjut hubungi – Contact Person: +62 812-8110-0065

No More Posts Available.

No more pages to load.