PPNI Surabaya: Perawat Tak Hanya Merawat, Tapi Juga Menggerakkan Masyarakat dan Selamatkan Nyawa

oleh -33 Dilihat

Surabaya-//DJALAPAKSINEWS// – (11/05/2026), Puncak peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia yang digelar DPD PPNI Kota Surabaya kerahkan lebih dari 2500 perawat di Surabaya bersenam aerobik dan jalan sehat, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengunjung pasien, hingga edukasi pola hidup sehat yang memenuhi lapangan Parkir Barat RSPAL DR RAMELAN, Minggu kemarin.

Lautan seragam merah para perawat tampak memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat dan kebanggaan profesi. Momentum ini bukan sekadar seremoni ulang tahun organisasi, melainkan menjadi simbol kuat pengabdian dan kontribusi nyata perawat dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

Sorotan utama tertuju pada simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diperagakan langsung oleh masyarakat awam dari unsur PKK, Fatayat NU, Nasyiatul Aisyiyah, hingga komunitas masyarakat yang sebelumnya mendapat pelatihan dari para perawat Surabaya.

Aksi tersebut sukses menyita perhatian ribuan peserta dan puluhan tamu undangan yang hadir. Dengan penuh percaya diri, para peserta simulasi memperagakan tindakan pertolongan pertama kegawatdaruratan sebagai bentuk kesiapsiagaan masyarakat dalam menyelamatkan nyawa.

Ketua DPD PPNI Kota Surabaya, Dr. Nuh Huda, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB menyampaikan bahwa pelatihan BHD kepada masyarakat merupakan bagian nyata pengabdian profesi perawat kepada masyarakat.

“Perawat tidak hanya hadir saat masyarakat sakit, tetapi juga hadir membangun kesiapsiagaan masyarakat agar mampu melakukan pertolongan pertama dan menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menegaskan, selama 52 tahun perjalanan organisasi, PPNI terus tumbuh sebagai kekuatan profesi yang bukan hanya menjaga mutu pelayanan kesehatan, namun juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Saat ini, perawat Kota Surabaya aktif mendukung berbagai program kesehatan, mulai dari penurunan stunting, edukasi kesehatan masyarakat, pelayanan promotif preventif, hingga pelatihan kegawatdaruratan kepada masyarakat umum.

Peringatan HUT PPNI ke-52 ini juga dihadiri unsur Pemerintah Kota Surabaya, jajaran TNI AL, pimpinan rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, akademisi, serta ribuan perawat dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Sambutan Wali Kota Surabaya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh Sp.B FINACS FICS menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi besar profesi perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Dijumpai secara terpisah, beliau mengatakan Surabaya memiliki kemampuan besar untuk bersaing di sektor medical tourism karena didukung rumah sakit dengan layanan unggulan yang lengkap dan diperlukan penguatan peran perawat sekaligus dorongan menjadikan Surabaya sebagai pusat medical tourism nasional.

Sementara itu, Kepala RSPAL dr. Ramelan, Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat Sp.S FINA, menilai profesi perawat memiliki posisi strategis dalam transformasi pelayanan kesehatan modern karena mampu menggabungkan kompetensi profesional dengan pendekatan humanis kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama beliau juga menegaskan kesiapan rumah sakit mendukung program Surabaya sebagai pusat wisata medis atau medical tourism. Menurutnya, RSPAL memiliki layanan kesehatan paripurna dengan standar internasional yang mampu bersaing dengan rumah sakit luar negeri.

“Seluruh layanan kesehatan yang dimiliki rumah sakit luar negeri seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia pada dasarnya bisa kami lakukan di sini. Yang membedakan hanya branding dan persepsi masyarakat,” ujarnya.

Tak kalah gesit, Nuh Huda mengatakan tema HUT PPNI tahun ini, “Perawat Profesional Sebagai Modal Ekonomi Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat”, menegaskan bahwa profesi perawat tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung produktivitas ekonomi masyarakat.

“Perawat profesional adalah aset ekonomi bangsa. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif, sehingga investasi pada profesi perawat sama dengan investasi untuk kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit rujukan hingga pusat medical tourism nasional. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme perawat harus terus diperkuat agar mampu mendukung program kesehatan pemerintah.

Puncak acara HUT PPNI ke-52 tersebut juga diberikan penghargaan kepada perawat teladan kategori rumah sakit, pendidikan, dan puskesmas sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi tenaga keperawatan di Surabaya dan berbagai doorprice hadiah dengan hadiah utama sepeda motor.//Aryo/Santi/Jw//

No More Posts Available.

No more pages to load.