Cirebon Djalapaksinews — Upaya peningkatan prestasi olahraga tidak hanya berdampak pada raihan medali, tetapi juga membuka ruang pembinaan generasi muda yang lebih sehat, disiplin, dan berdaya saing. Semangat inilah yang menjadi landasan Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat tata kelola olahraga daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon yang digelar pada Rabu (13/5/2026).
Forum ini menjadi titik penting dalam menyusun langkah strategis menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026, sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap capaian olahraga daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga cerminan kualitas pembinaan dan wajah kemajuan sebuah daerah. Ia mengingatkan bahwa setiap medali yang diraih atlet lahir dari proses panjang yang melibatkan disiplin, kerja keras, dan dukungan manajemen yang tertata dengan baik.
“Di balik setiap raihan medali, ada proses pembinaan yang tidak singkat. Ada kedisiplinan yang dijaga setiap hari, serta dukungan manajerial yang harus akuntabel. Ini yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Mengacu pada hasil PORPROV XIV Jawa Barat tahun 2022, Kota Cirebon berada di peringkat ke-19 dengan raihan 13 medali emas, 23 perak, dan 25 perunggu. Menurut Wali Kota, capaian tersebut patut diapresiasi, namun juga menjadi bahan refleksi untuk melangkah lebih jauh.
“Total 61 medali menunjukkan potensi atlet kita sangat besar. Tapi jumlah emas yang masih terbatas memberi pesan bahwa kita perlu memperkuat mental juara, terutama saat menghadapi babak final. Tahun 2026 ini, saya ingin kita lebih berani menetapkan target. Peringkat 19 harus menjadi batu loncatan untuk naik ke posisi yang lebih baik,” tegasnya.
Wali Kota juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam dua agenda utama Rakercab, yakni penetapan kontingen dan pembagian dana stimulan. Ia meminta agar seluruh proses dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, sehingga atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki kesiapan fisik dan mental.
“Penetapan kontingen harus berbasis performa. Kita ingin yang berangkat adalah mereka yang siap tempur. Begitu pula dengan dana stimulan, harus dikelola dengan baik agar benar-benar berdampak pada kualitas latihan dan motivasi atlet,” tambahnya.
Wali Kota berharap, dukungan anggaran dari pemerintah daerah dapat menjadi pemicu semangat sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan di setiap cabang olahraga. Melalui forum Rakercab, Wali Kota juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan menyusun strategi.
“Melalui Rakercab ini, saya harap lahir kesepahaman bersama antara pemerintah, KONI dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi prestasi Kota Cirebon,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Cirebon, Handarujati Kalamullah menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan kontingen dengan komposisi yang cukup besar untuk menghadapi PORPROV XV mendatang.
“Kami berharap semua pihak, terutama para atlet, dapat memahami bahwa ini adalah hasil terbaik dari proses seleksi yang telah dilakukan. Untuk PORPROV 2026, kita akan mengirimkan sekitar 261 atlet putra dan 146 atlet putri, didukung oleh 83 pelatih putra dan sejumlah pelatih putri, serta ofisial lainnya. Total kontingen kita kurang lebih mencapai 500 orang,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama jika melihat capaian 13 medali emas pada PORPROV sebelumnya. Namun demikian, ia optimistis dengan semangat dan kerja keras yang terus dibangun, prestasi Kota Cirebon dapat meningkat.
“Memang tidak mudah melampaui capaian sebelumnya. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita terus memberi semangat kepada atlet-atlet kita. Mereka adalah harapan kota ini untuk mengharumkan nama Cirebon, tidak hanya di tingkat Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional,” tuturnya. (*/Utoyo)













