CIREBON Djalapaksinews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Cirebon terus mematangkan langkah organisasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026. Keseriusan tersebut terlihat dalam rapat koordinasi intensif yang digelar di RM Saung Putri Raya Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PPP Kabupaten Cirebon, unsur panitia pelaksana, kader partai, serta perwakilan dari DPW PPP Jawa Barat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh persiapan teknis, administrasi, hingga mekanisme pelaksanaan Muscab berjalan optimal, tertib, dan sesuai dengan aturan organisasi, Jum’at Malam ( 22/5/26 ).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) DPW PPP Jawa Barat, Tunggal Dewananto. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus menentukan arah perjuangan PPP di Kabupaten Cirebon ke depan.
Menurutnya, seluruh elemen partai harus menjaga soliditas dan mengedepankan semangat persatuan demi melahirkan kepengurusan yang mampu membawa PPP kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Pelaksanaan Muscab harus menjadi contoh demokrasi yang sehat di tubuh partai. Semua kader harus menjaga kondusivitas, menjunjung kebersamaan, dan mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Sementara itu, Penasihat DPW PPP Jawa Barat, Kiyai Muhammad Ilyas, turut memberikan tausiyah dan penguatan spiritual kepada seluruh kader yang hadir. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa perjuangan politik harus dilandasi niat ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, PPP sebagai partai berlambang Ka’bah memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan kepentingan umat, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan secara seimbang.
“Kader PPP jangan hanya berpikir soal jabatan dan kekuasaan. Yang lebih penting adalah bagaimana partai ini benar-benar hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika perjuangan dilakukan dengan keikhlasan dan persatuan, maka PPP akan kembali besar dan dicintai rakyat,” ujarnya penuh penekanan.
Hal senada disampaikan salah satu peserta rapat, Kiyai Wildan. Ia menilai PPP ke depan harus tampil lebih progresif, solid, dan berani menyuarakan kepentingan masyarakat bawah.
“PPP ke depan harus membangun, bersatu, dan bersuara. Kalau seluruh kader kompak serta mampu hadir menjawab kebutuhan masyarakat, saya yakin partai ini akan kembali dicintai dan disenangi oleh konstituen,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan Muscab, mulai dari kesiapan tempat, peserta, tata tertib sidang, hingga pengamanan kegiatan. Panitia memastikan seluruh tahapan terus dimaksimalkan agar Muscab berjalan sukses tanpa hambatan.
Muscab PPP Kabupaten Cirebon sendiri dinilai menjadi agenda penting dan cukup dinantikan para kader. Selain menentukan nahkoda baru partai di tingkat kabupaten, forum ini juga diyakini menjadi titik awal kebangkitan PPP dalam menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk persiapan menuju kontestasi politik mendatang.
Dengan semangat konsolidasi, penguatan kaderisasi, serta dorongan menjaga persatuan internal, PPP Kabupaten Cirebon optimistis mampu bangkit lebih solid, lebih modern, dan semakin dekat dengan masyarakat.
( */Utoyo )








