Hari Jadi ke-599, Sekda Jabar Dorong Kota Cirebon Tingkatkan Kinerja Menuju Usia Enam Abad

oleh -224 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Momentum Hari Jadi Cirebon ke-599 menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Berbagai capaian yang telah diraih Kota Cirebon mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, namun tantangan pembangunan ke depan juga masih membutuhkan perhatian dan kerja sama seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka Hari Jadi Cirebon ke-599, Selasa (16/6/2026).

Menurut Herman, berbagai indikator pembangunan menunjukkan bahwa Kota Cirebon saat ini berada pada jalur yang positif. Ia menilai kepemimpinan daerah mampu menghadirkan sejumlah capaian yang berdampak bagi masyarakat.

“Saat ini Kota Cirebon berada di jalur yang baik di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota. Indeks Pembangunan Manusianya sudah mencapai 78,99, tingkat pengangguran berada di angka 6,41 persen, dan pengendalian inflasi juga berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Herman menambahkan, keberhasilan pengendalian inflasi bahkan mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Bahkan beberapa waktu lalu Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi kepada Kota Cirebon sebagai salah satu kota dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Herman mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi fokus bersama, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat.

“Prestasi yang diraih pada usia ke-599 tahun ini tentu patut disyukuri. Namun setelah itu, tantangan kita adalah bagaimana bekerja lebih baik lagi ke depan, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan menurunkan indeks gini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Membangun itu harus dilakukan secara bersama-sama. Kita membutuhkan kerja tim yang solid, bahkan superteam, agar tujuan pembangunan dapat tercapai dengan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Cirebon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah.

“Hari Jadi Cirebon ke-599 harus menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian serta karya bakti yang telah kita lakukan untuk masyarakat. Sejarah panjang yang dimiliki Cirebon menuntut kita menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dan berkualitas,” tuturnya.

Wali Kota menegaskan bahwa semangat kolaborasi yang tercermin dalam tema “Manunggal Winangun Caruban” harus menjadi energi bersama dalam menggerakkan pembangunan. Menurutnya, kolaborasi tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui tema Manunggal Winangun Caruban, kami menempatkan kolaborasi sebagai mesin utama penggerak pembangunan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari dampak yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih Kota Cirebon sepanjang tahun 2026. Di antaranya penghargaan Rumah Data Kependudukan Paripurna dari BKKBN Jawa Barat, raihan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, serta penghargaan terbaik pertama kategori Pengendalian Inflasi Daerah tingkat kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri.

Menjelang usia enam abad, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kota Cirebon diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan sekaligus mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata bagi seluruh warga.

“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan demokrasi, namun komitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon harus menjadi tujuan bersama yang tidak boleh ditawar,” pungkas Wali Kota. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.