Jangan Tunggu Korban Jiwa, KOMPAK Desak APH Usut Proyek Gorong-Gorong di Depan SMAN 1 Lemahabang

oleh -101 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews – Aktivis DPP KOMPAK Cirebon menyatakan akan melaporkan secara resmi kontraktor pelaksana proyek pembangunan gorong-gorong di depan SMAN 1 Lemahabang. Proyek tersebut menjadi sorotan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna jalan dan disebut telah mengakibatkan beberapa kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas menuju jembatan di depan sekolah.

Ketua Umum DPP KOMPAK, Sudarto, S.H., mengkritisi hasil pekerjaan proyek tersebut. Menurutnya, permukaan jalan pada titik gorong-gorong terlihat menonjol sehingga membentuk gundukan (jeglugan) yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan karena saat dilintasi, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, kendaraan dapat kehilangan kestabilan akibat hentakan yang terjadi.

Menurut Sudarto, risiko tersebut menjadi lebih besar bagi pengendara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi maupun bagi pengguna jalan yang belum mengenal kondisi medan di lokasi tersebut. Ia menilai kondisi itu harus segera mendapat perhatian serius sebelum menimbulkan kecelakaan yang lebih fatal, Kamis (2/7/26).

Atas kondisi tersebut, DPP KOMPAK mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek dimaksud. Apabila ditemukan adanya dugaan kelalaian, pelanggaran spesifikasi teknis, atau penyimpangan dalam pelaksanaannya, KOMPAK meminta agar pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan instansi terkait harus segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan di depan SMAN 1 Lemahabang,” tegas Sudarto.

DPP KOMPAK juga meminta pemerintah daerah, dinas teknis, konsultan pengawas, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan tersebut. Apabila hingga pekan ini belum ada langkah konkret untuk melakukan perbaikan, masyarakat bersama DPP KOMPAK akan mempertimbangkan aksi penyampaian aspirasi, termasuk penutupan sementara ruas jalan sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan persoalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ke depan, dinas teknis, konsultan pengawas, maupun pengawas lapangan diharapkan lebih cermat, profesional, dan bertanggung jawab dalam mengawasi setiap pekerjaan infrastruktur. Setiap pekerjaan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat harus segera dievaluasi dan ditindaklanjuti dengan langkah yang cepat, tepat, dan terukur.

DPP KOMPAK menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan akibat pekerjaan yang diduga tidak memenuhi standar. Setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib mengedepankan kualitas pekerjaan, keamanan konstruksi, transparansi, dan akuntabilitas. Pemerintah, kontraktor, serta seluruh pihak yang berwenang diharapkan segera mengambil tindakan nyata agar tidak terjadi kecelakaan yang lebih serius, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berpihak pada keselamatan warga.
(*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.