Wali Kota Hadiri Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Jejaring dan Inovasi Daerah

oleh -31 Dilihat

Medan DjalapaksiNews – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta Ketua TP PKK Kota Cirebon, Noviyanti Edo, dan kepala perangkat daerah terkait menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Mengangkat tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas XVIII APEKSI menjadi ruang strategis bagi para kepala daerah untuk mempererat kolaborasi antarkota, memperkuat sinergi pembangunan, serta bertukar gagasan dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, para wali kota turut menghadiri Upacara Hari Jadi Kota Medan sebelum memasuki agenda utama Rakernas. Berbagai forum strategis digelar, di antaranya Mayor’s Talk yang menghadirkan diskusi mengenai isu-isu perkotaan.

Rakernas juga diramaikan dengan pembukaan Indonesia City Expo (ICE) yang diikuti sekitar 60 pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui pameran tersebut, masing-masing daerah menampilkan potensi unggulan, mulai dari produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai inovasi pelayanan publik.

Selain agenda persidangan, sejumlah kegiatan pendukung turut mewarnai pelaksanaan Rakernas, seperti Ladies Program, kunjungan ke kawasan budaya Kota Medan, Mal Pelayanan Publik, Galeri Dekranasda, hingga forum-forum tematik yang mempertemukan perangkat daerah dari berbagai kota untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

Tidak hanya itu, ada juga kegiatan penanaman pohon, serta peresmian Tugu Kota Tangguh di Taman Cadika sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kota yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. Peserta pun mengikuti sidang pleno Rakernas sebelum kegiatan ditutup oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Pada malam penutupan, digelar Karnaval Budaya yang melibatkan sekitar 70 kota dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan bahwa setiap kepala daerah memiliki tantangan yang berbeda dalam memimpin daerahnya. Menurutnya, dinamika pemerintahan saat ini semakin kompleks, sehingga diperlukan kepemimpinan yang adaptif sekaligus mampu melahirkan berbagai inovasi.

“Setiap kepala daerah menghadapi ujian yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan pandemi, bencana, penyesuaian fiskal, hingga dinamika media sosial. Saat ini, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan geopolitik global, pengawalan kebijakan strategis nasional, pemenuhan janji kampanye, serta perkembangan algoritma media sosial yang turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah,” ujar Bima.

Ia menegaskan bahwa berbagai solusi atas persoalan tersebut sesungguhnya telah banyak lahir dari daerah melalui praktik-praktik terbaik yang dilakukan masing-masing pemerintah kota.

“Solusi atas berbagai tantangan itu sesungguhnya ada di daerah. Praktik-praktik terbaik ada di lingkungan kawan-kawan kita sendiri. Karena itu, forum seperti APEKSI menjadi ruang yang sangat penting untuk saling belajar dan saling menginspirasi,” katanya.

Bima juga mendorong pemerintah kota untuk terus menghadirkan terobosan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memanfaatkan skema pembiayaan alternatif melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta memperkuat city branding sebagai identitas daerah yang mampu menarik investasi dan meningkatkan daya saing.

“Saya mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan kota-kota anggota APEKSI. Banyak daerah yang berhasil meningkatkan PAD melalui berbagai terobosan. Semangat inovasi seperti inilah yang perlu terus dikembangkan agar daerah semakin mandiri dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda tahunan ataupun kegiatan seremonial, melainkan forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarkota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Rakernas APEKSI bukan sekadar kegiatan seremonial. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh pemerintah kota untuk menyatukan langkah, bertukar solusi, dan memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah kota saat ini menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kerja sama dan saling mendukung, mulai dari keterbatasan fiskal, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, hingga upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

“Karena itu, semangat kolaborasi yang dibangun melalui APEKSI harus terus diperkuat agar setiap kota dapat berkembang bersama dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Cirebon dalam Rakernas APEKSI merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperluas jejaring kerja sama sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kota Cirebon.

“Rakernas APEKSI menjadi momentum yang sangat penting untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota. Setiap daerah memiliki keunggulan dan inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. Semangat inilah yang perlu terus kita jaga untuk mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Wali Kota.

Wali Kota meyakini bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya sendiri, tetapi juga oleh kemauan untuk berbagi praktik baik dan saling menguatkan.

“Dengan kolaborasi yang erat, seluruh kota di Indonesia dapat tumbuh bersama, menjadi lebih tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.