Wakil Wali Kota Dorong Jaka Rara Jadi Generasi Muda Penggerak Kemajuan Kota

oleh -71 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Malam Preliminary Show Pemilihan Jaka Rara Kota Cirebon Tahun 2026 yang digelar di Baraja Amphitheater, Selasa (7/7/2026).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa ajang Jaka Rara bukan sekadar kompetisi penampilan atau agenda seremonial tahunan. Menurutnya, tahapan ini merupakan proses penting untuk memilih generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Kota Cirebon.

“Pemilihan Jaka Rara bukan hanya mencari figur yang mampu memperkenalkan destinasi wisata atau budaya Kota Cirebon. Yang kami harapkan adalah lahirnya generasi muda yang mampu berpikir kritis, memahami berbagai tantangan pembangunan, serta menjadi komunikator publik yang dapat menyampaikan potensi dan kebijakan daerah kepada masyarakat dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan pembangunan Kota Cirebon saat ini semakin kompleks, mulai dari penataan lingkungan, pelestarian cagar budaya, pengembangan tata ruang hingga penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Karena itu, para finalis dituntut memiliki wawasan yang luas serta kemampuan menganalisis persoalan secara objektif.

Sebagai salah satu dewan juri pada malam preliminary show, Wakil Wali Kota mengaku akan lebih menitikberatkan penilaian pada kualitas pemikiran dan kemampuan menyampaikan gagasan.

“Saya ingin melihat sejauh mana para finalis memahami realitas sosial di Kota Cirebon, mampu memberikan pandangan yang rasional, serta menawarkan ide-ide yang konstruktif. Penampilan tentu penting, tetapi harus diimbangi dengan wawasan dan argumentasi yang kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kebudayaan dan pariwisata.

“Kami membutuhkan anak-anak muda yang mau terlibat, berpikir bersama, dan bekerja bersama membangun Kota Cirebon. Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi agar ide, kreativitas, dan semangat mereka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengapresiasi konsistensi Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon yang terus menjaga kualitas penyelenggaraan ajang tersebut dari tahun ke tahun.

Menurut Agus, Malam Preliminary Show menjadi salah satu tahapan penting bagi 22 finalis yang mewakili kelurahan di Kota Cirebon sebelum memasuki tahap penilaian berikutnya. Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas berbagai prestasi yang berhasil diraih Jaka Rara Kota Cirebon di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Tahun ini kami memiliki optimisme besar. Setelah sebelumnya Jaka Rara Kota Cirebon berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Mojang Jajaka Jawa Barat, kami berharap tahun ini dapat kembali memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kota Cirebon di tingkat provinsi,” ujar Agus.

Ia menyebut, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik. Para peserta tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga dibekali berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

“Yang kami bangun bukan sekadar popularitas. Kami membekali mereka dengan pengetahuan, etika, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga rasa tanggung jawab. Karena setelah terpilih, mereka akan menjadi representasi Kota Cirebon dan dipercaya menjadi duta dalam berbagai program, termasuk literasi keuangan, promosi pariwisata, hingga kegiatan pemerintahan,” jelasnya.

Agus juga mengajak seluruh keluarga peserta untuk memberikan dukungan penuh selama proses pembinaan. Menurutnya, perjalanan menjadi Jaka dan Rara membutuhkan komitmen waktu dan dedikasi yang tidak sedikit, namun akan menjadi bekal berharga bagi masa depan para peserta.

“Kami berharap orang tua melihat ajang ini sebagai proses pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas anak-anak. Ketika mereka telah matang secara kemampuan dan kepribadian, manfaatnya akan jauh lebih besar, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi Kota Cirebon,” tutupnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.