Pemkot Cirebon Dukung Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah

oleh -36 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, regulator, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi landasan penyelenggaraan Dialog Publik bertema “Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon” yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Cirebon, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon ini terselenggara melalui kolaborasi antara SMSI Kota Cirebon, Pemerintah Kota Cirebon, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.

Dialog menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fickry Widya Nugraha. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon turut mengikuti jalannya diskusi dan aktif berdialog dengan para narasumber.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan apresiasinya kepada SMSI Kota Cirebon yang telah menginisiasi dialog publik sebagai ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan perekonomian daerah. Menurutnya, pembangunan ekonomi yang kuat membutuhkan kolaborasi lintas sektor, sehingga forum seperti ini menjadi wadah yang strategis untuk mempertemukan gagasan sekaligus memperluas wawasan masyarakat.

“Saya menyambut baik inisiatif SMSI yang menghadirkan forum diskusi seperti ini. Kehadiran pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, media, hingga kalangan akademisi menunjukkan bahwa membangun ekonomi daerah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai berbagai tantangan sekaligus peluang yang dimiliki Kota Cirebon,” ujar Sekda.

Ia menuturkan, salah satu materi yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah literasi keuangan. Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan memahami layanan jasa keuangan merupakan bekal penting untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong lahirnya pelaku-pelaku ekonomi yang tangguh.

“Literasi keuangan bukan hanya soal bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan akses keuangan secara bijak untuk mengembangkan usaha maupun meningkatkan taraf hidup. Semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap hal tersebut, maka semakin besar pula peluang kita membangun kemandirian ekonomi dari tingkat keluarga hingga daerah,” jelasnya.

Sekda juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti dialog hingga selesai. Menurutnya, banyaknya pertanyaan yang disampaikan mahasiswa mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap perkembangan ekonomi daerah dan keinginan mereka untuk ikut berkontribusi dalam proses pembangunan.

“Saya melihat para mahasiswa sangat aktif berdiskusi dan tidak ragu menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Ini menjadi sinyal positif bahwa generasi muda memiliki semangat untuk terus belajar dan memahami persoalan ekonomi secara lebih mendalam. Semoga semangat seperti ini terus tumbuh karena mereka adalah bagian penting yang akan menentukan arah pembangunan Kota Cirebon di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Cirebon, Mastari, mengatakan dialog publik tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi pers dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan ruang diskusi yang produktif dan edukatif. Menurutnya, media memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penghubung yang mampu mempertemukan berbagai gagasan dari pemerintah, regulator, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Momentum Hari Jadi ke-599 Cirebon kami maknai sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Karena itu, kami menghadirkan dialog publik yang diharapkan mampu menjadi ruang bertukar pemikiran, memperkaya perspektif, sekaligus mendorong lahirnya solusi-solusi yang dapat mendukung penguatan ekonomi Kota Cirebon,” kata Mastari.

Ia berharap forum serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

“Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah, regulator, media, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi,” tuturnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.