Enam Bulan Terbaring Lumpuh, Ibu Muda di Gunung Jati Kehabisan Harapan dan Biaya Berobat, Keluarga Mohon Uluran Tangan

oleh -7 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews, Jum’at (10/7/2026) – Sudah enam bulan lamanya Suriah binti Narya (37), seorang ibu muda asal Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, hanya mampu menghabiskan hari-harinya di atas tempat tidur. Sejak Januari 2026, kedua kakinya tak lagi mampu menopang tubuhnya. Kini, ia dirawat di rumah orang tuanya di Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati, sementara keluarga hanya bisa berharap ada keajaiban dan kepedulian dari para dermawan.

Penderitaan Suriah bermula secara tiba-tiba.

Pada Januari 2026, saat sedang beraktivitas di dapur, ia merasakan nyeri hebat pada bagian kaki hingga tidak mampu beraktivitas seperti biasa. Keluarga yang panik langsung membawanya ke RSUD Gunung Jati.

Selama enam hari menjalani perawatan, harapan agar Suriah segera pulih belum juga menjadi kenyataan.
Alih-alih membaik, kondisi kesehatannya justru terus menurun. Hari demi hari, langkah Suriah semakin melemah hingga akhirnya ia kehilangan kemampuan berjalan. Pada April 2026, kedua kakinya lumpuh total.

Dugaan sementara, kondisi tersebut dipicu oleh komplikasi akibat riwayat penyakit hipertensi yang dideritanya.

Tak ingin menyerah, keluarga kembali berusaha mencari pengobatan terbaik. Pada Mei 2026, Suriah menjalani perawatan selama tiga hari di RS Mitra Plumbon. Namun, hasil yang diharapkan kembali belum berpihak kepada keluarga.

Setelah pulang dari rumah sakit, kondisi Suriah tetap tidak mengalami perubahan berarti dan hingga kini ia masih terbaring tanpa mampu menggerakkan kedua kakinya.

Berbagai ikhtiar lain pun dilakukan. Suaminya, Tito, mengatakan bahwa istrinya telah menjalani terapi sebanyak empat kali kepada seorang terapis di Desa Kempek, Kecamatan Palimanan, serta satu kali terapi di Desa Bojong. Meski telah menempuh berbagai cara, tanda-tanda kesembuhan belum juga terlihat.

Di balik perjuangan tersebut, beban ekonomi keluarga terus bertambah.

Selama enam bulan terakhir, Tito mengaku telah menghabiskan tabungan keluarga demi biaya pengobatan istrinya.

Puluhan juta rupiah telah dikeluarkan untuk perawatan, pemeriksaan, hingga terapi. Kini, seluruh kemampuan finansial mereka hampir habis.

“Saya hanya ingin istri saya bisa sembuh dan kembali berjalan seperti dulu. Sekarang kami sudah tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan pengobatan,” ungkap Tito dengan penuh harap.

Dalam kondisi yang semakin sulit, Tito berharap ada perhatian dari pemerintah desa,

Pemerintah Kabupaten Cirebon, para dermawan, komunitas sosial, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

Bantuan, baik berupa dukungan biaya pengobatan maupun akses perawatan medis lanjutan, menjadi harapan besar agar Suriah memiliki kesempatan untuk kembali menjalani hidup secara normal.

Bagi keluarga Suriah, setiap hari yang berlalu adalah perjuangan.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan yang belum menunjukkan perkembangan, mereka hanya bisa berharap masih ada tangan-tangan baik yang bersedia membantu meringankan beban yang kini mereka pikul.

Kepedulian dari masyarakat diharapkan dapat menjadi secercah harapan bagi Suriah untuk memperoleh pengobatan yang lebih optimal dan kesempatan kembali berdiri, berjalan, serta menjalani kehidupan bersama keluarganya seperti sediakala. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.