Kodim 0728/Wonogiri Dan Pemkab Wonogiri Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

oleh -19 Dilihat

Wonogiri DjalapaksiNews — Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Kodim 0728/Wonogiri dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Apel gelar kesiapsiagaan dalam rangka latihan lapangan penanggulangan bencana alam (Gulbencal) Karhutla 2026 bertempat di Alun – alun Giri Krida Bakti Kab. Wonogiri, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat koordinasi dan kemampuan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Wonogiri.

Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno menyampaikan, Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan dalam rangka Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutam dan Lahan (Dharma Wana 26).

Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan sebagai upaya dalam menyikapi secara aktif situasi dan kondisi kemarau kering yang diprediksi berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi normal sebagai akibat pengaruh fenomena el Nino.

Kita maknai apel ini sebagai bentuk kewaspadaan dalam menghadapi kebencanaan, yang melibatkan segenap elemen di Kabupaten Wonogiri, baik unsur perangkat Pemerintah, TNI-POLRI, unsur masyarakat, para relawan, yang bersatu dalam niat luhur menjaga keselamatan bersama.

Masyarakat Kabupaten Wonogiri tinggal di wilayah dengan potensi kebencanaan yang cukup tinggi. Pemahaman masyarakat dalam menyikapi kebencanaan perlu terus ditingkatkan, sehingga muncul kesadaran untuk mengurangi risiko bencana, yang terwujud dalam pengetahuan untuk mengatasi darurat bencana, menyelamatkan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat pada umumnya.

Kabupaten Wonogiri dengan sebagian besar wilayah yang merupakan hutan, gunung, dan lahan pertanian budidaya, memiliki potensi besar terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Hal ini tidak lepas dari masih adanya budaya masyarakat yang membakar sampah dedaunan, sampah di kandang ternak, dan aktifitas lain yang dapat menyebabkan kebakaran.

Untuk itu, Wakil Bupati menghimbau upayakan pencegahan berbasis masyarakat, dilandasi kesadaran bahaya kebakaran hutan dan lahan. Tidak membakar sampah sembarangan, dan juga membuang puntung rokok, di area yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan menjelaskan, kegiatan gladi Gulbencal menerapkan latihan terpadu untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana yang sering terjadi di Wonogiri.

Ia menyebut beberapa jenis bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Wonogiri seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan bencana lainnya.

Dandim juga memastikan, kegiatan ini bagian dari upaya menginventarisasi perlengkapan, personel, serta kesiapan organisasi kebencanaa hingga level desa.

“Apabila ada bencana, kita bisa melaksanakan penanganan dengan cepat dan tuntas, dalam rangka tugas penyelamatan atau evakuasi,” tambah Dandim. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.