Terima Studi Lapangan PKP LAN, Sekda Dorong Lahirnya Kepemimpinan Pengawas yang Adaptif dan Berorientasi Solusi

oleh -57 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SK TAN LAN) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Adipura Balai Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026).

Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, yang hadir mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta PKP dalam mengkaji praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah sebagai bekal untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan pengawas.

Dalam sambutannya, Iing menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokasi studi lapangan. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Kehadiran rombongan studi lapangan ini menjadi momentum yang strategis karena mempertemukan konsep pengembangan birokrasi yang dibangun oleh LAN dengan praktik penyelenggaraan pelayanan publik di daerah. Kami juga memperoleh kesempatan untuk menyerap perspektif baru yang dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan di masa mendatang,” ujar Sekda.

Ia menjelaskan, LAN memiliki peran penting dalam membangun standar kompetensi aparatur sipil negara agar mampu menghadapi tantangan birokrasi yang semakin dinamis. Karena itu, proses pembelajaran di lapangan dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk pemimpin yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan yang disusun, tetapi juga oleh kemampuan para pejabat pengawas dalam menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi langkah nyata di lapangan.

“Perbaikan pelayanan publik sesungguhnya diuji pada level operasional. Di sinilah peran pejabat pengawas menjadi sangat penting sebagai penghubung antara kebijakan dengan pelaksanaannya. Regulasi yang baik tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dikawal oleh pemimpin yang mampu mengendalikan pelaksanaan program, membangun kolaborasi, dan memastikan setiap pelayanan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Sekda, kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang melayani, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan inovasi tanpa mengabaikan koridor regulasi.

“Saya berharap Bapak dan Ibu tidak ragu mengkritisi maupun mengkaji proses yang kami jalankan. Bedah setiap kebijakan yang ada, pelajari tantangan yang kami hadapi, dan jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk melahirkan inovasi yang mungkin selama ini dianggap tidak mungkin dilakukan. Mari ciptakan terobosan yang anti-mainstream, namun tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga memperkenalkan gambaran umum Kota Cirebon sebagai daerah strategis di jalur pantai utara Jawa yang menjadi simpul pergerakan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan luas wilayah sekitar 39,446 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 352 ribu jiwa, Kota Cirebon terus berupaya mewujudkan visi pembangunan daerah 2025–2029, yakni Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Religius, Aman, dan Berkelanjutan melalui tata kelola pemerintahan yang kolaboratif.

Pada pelaksanaan studi lapangan ini, peserta akan melakukan pembelajaran di dua perangkat daerah, yakni Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon. Kedua lokus tersebut dipilih karena dinilai memiliki praktik yang relevan dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis UMKM.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Rekomendasi yang dihasilkan dari studi lapangan diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi penyempurnaan tata kelola pemerintahan, sekaligus memperkuat budaya inovasi dalam pelayanan publik.

Sementara itu, Koordinator Layanan Pelatihan dan Pengembangan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta ASN Nasional Lembaga Administrasi Negara, Toni Syarif, menjelaskan bahwa studi lapangan menjadi bagian penting dalam penyusunan aksi perubahan yang tengah dirancang oleh setiap peserta.

“Melalui studi lapangan ini, para peserta diharapkan memperoleh inspirasi sekaligus mampu menghadirkan inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing. Apa yang mereka lihat dan pelajari di Kota Cirebon diharapkan dapat memperkaya gagasan aksi perubahan yang sedang disusun,” ujar Toni.

Ia menambahkan, seluruh peserta Angkatan V ini terdiri atas pejabat pengawas dari kelurahan, kecamatan, serta sejumlah perangkat daerah.

“Mayoritas peserta berasal dari wilayah kewilayahan, yakni kelurahan dan kecamatan. Selain memperoleh materi dari narasumber, kami berharap mereka juga mendapatkan pengalaman langsung dari praktik penyelenggaraan pemerintahan di Kota Cirebon yang nantinya dapat diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing instansi,” jelasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.