Peringati Harganas dan HAN 2026, Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

oleh -61 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan terpenuhinya hak-hak anak sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Cirebon yang digelar di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kota Cirebon, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dan Sekretaris Daerah, Iing Daiman ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Peringatan Harganas tahun ini mengangkat tema “Ayah Wajib Hadir”, sementara Hari Anak Nasional mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah dalam keluarga tidak lagi cukup dimaknai sebagai pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah harus hadir secara emosional, psikologis, dan sosial dalam proses pengasuhan serta pembentukan karakter anak.

“Tema ‘Ayah Wajib Hadir adalah pengingat bagi kita semua bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. Kehadiran ayah bukan hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi teladan, pelindung, sekaligus pendamping dalam setiap tahap tumbuh kembang anak. Ketahanan keluarga tidak akan tercapai apabila salah satu peran penting di dalamnya diabaikan,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak kepada anak dan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi terhadap 15 poin Suara Anak Daerah (SAD) Kota Cirebon Tahun 2026 yang telah disampaikan oleh Forum Anak. Baginya, aspirasi tersebut bukan sekadar rangkaian harapan, melainkan rekomendasi nyata yang harus menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan.

“Saya memandang suara anak sebagai masukan yang harus ditindaklanjuti. Pemerintah wajib memastikan hak-hak anak terpenuhi, mulai dari identitas hukum, layanan kesehatan, ruang bermain yang aman, hingga perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan. Anak-anak adalah subjek pembangunan, sehingga suara mereka harus mendapat ruang dalam setiap proses perencanaan,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Wali Kota meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi lintas sektor. Disdukcapil diminta memastikan seluruh anak memperoleh akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga KTP tanpa hambatan administrasi. Di bidang kesehatan, percepatan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Posyandu Remaja, serta upaya penurunan stunting menjadi prioritas yang terus didorong.

Selain itu, ia juga meminta penegakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruang publik diperkuat demi menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak. Di sisi lain, keterlibatan Forum Anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) juga harus diperluas agar partisipasi anak tidak berhenti sebatas simbolis.

Pemerintah Kota Cirebon juga menegaskan sikap nol toleransi terhadap kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual. Wali Kota mengajak seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk memperkuat edukasi serta pencegahan terhadap berbagai persoalan yang mengancam generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, hingga keterlibatan dalam geng motor.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Pos KB, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas di Kota Cirebon.

“Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, anak-anak yang terlindungi, dan Kota Cirebon yang semakin setara serta berkelanjutan menuju tahun 2029,” ajaknya.

Sementara itu, Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kota Cirebon, Noviyanti Edo, mengajak seluruh keluarga untuk lebih aktif memantau tumbuh kembang anak sekaligus membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Menurutnya, peringatan Harganas dan Hari Anak Nasional seharusnya menjadi ruang refleksi bersama, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Momentum ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Orang tua perlu hadir, mendampingi, dan mengetahui perkembangan anak-anaknya. Saya ingin Kota Cirebon benar-benar menjadi kota yang ramah anak, di mana setiap anak merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Sebagai Bunda GenRe, Noviyanti juga memberikan motivasi kepada para remaja agar terus menjadi agen perubahan di lingkungannya. Ia mengajak Forum GenRe dan Forum Anak untuk aktif mengedukasi teman sebaya mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pernikahan usia dini, perundungan, hingga kekerasan seksual.

“Jangan pernah menutup mata terhadap persoalan yang terjadi di sekitar kita. Anak-anak GenRe harus menjadi pelopor yang mampu mengajak teman-temannya menjauhi perilaku berisiko dan membangun lingkungan yang lebih sehat serta saling peduli,” katanya.

Tak hanya berfokus pada anak dan remaja, Noviyanti juga mendorong penguatan program bagi kelompok lanjut usia melalui pengembangan Sekolah Lansia di seluruh kecamatan. Menurutnya, lansia tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan apabila mendapatkan ruang dan pendampingan yang tepat.

“Kita ingin membangun masyarakat secara utuh, mulai dari bayi hingga lansia. Semua memiliki peran penting dalam keluarga dan pembangunan Kota Cirebon. Karena itu, saya mengajak seluruh camat, lurah, dan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan program-program yang mendukung keluarga di setiap fase kehidupan,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala DPPPAPPKB Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Harganas ke-33 dan Hari Anak Nasional ke-42 merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus memenuhi hak-hak anak.

Menurutnya, tema “Ayah Wajib Hadir” menegaskan pentingnya keterlibatan ayah dalam perencanaan keluarga, pengasuhan, hingga pembentukan karakter anak. Sementara integrasi dengan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam mencegah kekerasan terhadap anak sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.

“Melalui momentum ini kami ingin meningkatkan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mitra kerja, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, memberikan dukungan nutrisi bagi penanganan stunting, mengapresiasi kader-kader berprestasi, sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak di Kota Cirebon,” jelas Buntoro.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 259 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, camat dan lurah, organisasi perempuan, rumah sakit, instansi vertikal, lembaga amil zakat, Forum Anak, Tim Penggerak PKK, Penyuluh Lapangan KB (PLKB), kelompok kegiatan masyarakat, FKUB, perwakilan lansia, hingga Forum GenRe.

Buntoro berharap peringatan Harganas dan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi titik awal lahirnya komitmen bersama untuk menghadirkan keluarga yang semakin berkualitas.

“Kami berharap momentum ini mampu menggerakkan kesadaran para ayah untuk benar-benar hadir dalam kehidupan anak-anaknya, sehingga lahir generasi Kota Cirebon yang sehat, terlindungi, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan,” tutupnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.