PMI Kabupaten Cirebon Salurkan Air Bersih ke Desa Slangit, Antisipasi Dampak Kekeringan Ekstrem El Nino 2026

oleh -54 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dengan mendistribusikan air bersih di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dampak kekeringan ekstrem yang dipicu fenomena El Nino 2026. Sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Pendistribusian air bersih dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana, bersama jajaran pengurus PMI. Dalam pelaksanaannya, PMI mendapat dukungan satu unit mobil tangki dari BPBD Kabupaten Cirebon, perangkat Desa Slangit, serta berbagai unsur masyarakat.

Sejak mobil tangki tiba di lokasi, warga tampak antusias berdatangan dengan membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember, hingga drum penampung air. Mereka mengantre dengan tertib untuk memperoleh pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tingginya kebutuhan masyarakat membuat satu unit mobil tangki air bersih habis terdistribusi dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa krisis air bersih mulai dirasakan warga akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana maupun kondisi darurat seperti kekeringan.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. PMI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara PMI Kabupaten Cirebon, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga kebutuhan dasar warga terhadap air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.