Sekda Buka Pemusatan Diklat Calon Paskibraka 2026, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan

oleh -20 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, secara resmi membuka kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 di halaman Balai Kota Cirebon, Kamis (6/8/2026).

Pembukaan pemusatan diklat menjadi awal dari rangkaian pembinaan yang wajib diikuti seluruh calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selama masa pendidikan, para peserta akan tinggal dalam satu lokasi dengan menerapkan Sistem Desa Bahagia, sebuah pola pembinaan yang dirancang untuk membentuk karakter generasi muda yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Kota Cirebon yang telah melewati proses seleksi secara ketat. Karena itu, diharapkan mampu menjadi teladan, tidak hanya saat bertugas mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Para calon paskibraka adalah orang-orang terpilih yang telah membuktikan kemampuan, sikap, dan karakter selama proses seleksi. Momentum ini bukan sekadar mempersiapkan diri menjadi pengibar bendera, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup melalui disiplin, tanggung jawab, persatuan, dan semangat bekerja keras dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Sekda.

Ia menegaskan bahwa tugas sebagai calon Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan menjalankan prosesi upacara. Menurutnya, para peserta memikul tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pahlawan.

“Kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan yang tidak mudah. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga. Jadilah generasi yang mampu merawat persatuan, menjaga kebersamaan, serta memiliki etos kerja yang baik di mana pun nantinya kalian mengabdikan diri,” katanya.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan agar keberhasilan lolos sebagai calon Paskibraka tidak menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain. Justru sebaliknya, kesempatan tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitar.

“Tunjukkan bahwa kalian memang pantas menjadi perwakilan pelajar Kota Cirebon melalui sikap yang rendah hati, disiplin, berprestasi, dan mampu menjaga nama baik sekolah maupun daerah,” pesannya.

Menurut Sekda, pemusatan pendidikan dan pelatihan merupakan proses pembentukan karakter yang akan mengasah kemampuan fisik, mental, sekaligus jiwa kepemimpinan para peserta. Selama menjalani pendidikan, mereka akan dibiasakan bekerja sama, menghargai aturan, mengendalikan diri, serta membangun rasa tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan.

Ia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal berharga yang akan memberikan manfaat jauh melampaui masa penugasan sebagai Paskibraka.

“Manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Teruslah belajar, jangan mudah menyerah, dan ikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh. Saya yakin pengalaman ini akan menjadi bekal penting untuk membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, memiliki loyalitas, serta siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ungkapnya.

Selain memberikan motivasi kepada para peserta, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pamong, tim kesehatan, serta seluruh panitia yang akan mendampingi calon Paskibraka selama masa pendidikan dan pelatihan.

Ia mengingatkan agar seluruh proses pembinaan dilaksanakan secara profesional dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak. Menurutnya, pembentukan karakter harus dilakukan melalui keteladanan, tanpa kekerasan fisik maupun verbal, serta memastikan seluruh peserta memperoleh hak-haknya, mulai dari pemenuhan gizi, waktu istirahat yang cukup hingga layanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

“Saya titip adik-adik kita kepada seluruh pelatih dan pembina. Bentuklah mereka menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh, tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi. Hak-hak mereka sebagai anak harus tetap dijaga karena mereka membutuhkan pembinaan, arahan, dan keteladanan,” tegasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.