Wali Kota Tinjau Budidaya Ikan, Aset Daerah Disiapkan Dukung PAD dan Penanganan Stunting

oleh -17 Dilihat

Cirebon DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah tersebut ditunjukkan melalui peninjauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) di Kalitanjung, P. Grenjeng, yang dilanjutkan dengan kegiatan restocking benih ikan di embung UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTR), Jalan Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kamis (6/8/2026).Jika

Peninjauan dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta jajaran perangkat daerah. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog, dan sejumlah mitra yang selama ini mendukung penguatan sektor pangan di Kota Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota meninjau kondisi kolam budidaya, sarana pendukung, hingga potensi pengembangan kawasan yang dinilai masih sangat terbuka untuk dioptimalkan. Menurutnya, aset yang dimiliki pemerintah daerah harus mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin melihat langsung potensi yang dimiliki pemerintah daerah. Aset-aset ini harus bisa dikelola secara lebih optimal melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga tidak hanya memberikan nilai tambah bagi daerah, tetapi juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Wali Kota.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon melakukan penebaran sebanyak 1.000 benih ikan nila Nirwana di embung BPTR. Benih ikan tersebut diproyeksikan dapat dipanen dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.

Wali Kota menjelaskan, pengembangan budidaya ikan bukan semata-mata ditujukan untuk menghasilkan pendapatan daerah. Lebih dari itu, hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Kami ingin pengelolaan kolam ini memiliki manfaat ganda. Pertama, mampu memberikan kontribusi terhadap PAD melalui hasil budidaya ikan. Kedua, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penanganan stunting karena kebutuhan protein bagi anak-anak harus benar-benar menjadi perhatian,” ungkapnya.

Menurutnya, angka stunting di Kota Cirebon masih menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi aset pemerintah menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.

Ia menambahkan, kawasan budidaya tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Saat ini tersedia 26 kolam berukuran besar dan puluhan kolam lainnya yang dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila dikelola secara terencana dan berkesinambungan.

Ke depan, Pemerintah Kota Cirebon juga berencana mengembangkan peternakan ayam petelur di kawasan tersebut. Konsep pengelolaan terpadu itu diharapkan mampu menghasilkan sumber pangan bergizi berupa ikan dan telur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial pemerintah.

“Kami memiliki rencana mengembangkan kawasan ini secara bertahap. Nantinya bukan hanya ada budidaya ikan, tetapi juga peternakan ayam petelur, bahkan ke depan memungkinkan dikembangkan peternakan lainnya. Hasil ikan dan telur ini akan diarahkan untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting, sekaligus menjadi cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan saat masyarakat menghadapi kondisi darurat, seperti banjir atau situasi lainnya,” jelasnya.

Wali Kota menegaskan, seluruh rencana tersebut akan diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendukung, serta masyarakat. Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar aset daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan Kota Cirebon.

“Potensi yang kita miliki sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara bersama-sama agar benar-benar produktif, berkelanjutan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.