Trikarsa Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Dorong Ekonomi Digital dan UMKM Kota Cirebon

oleh -11 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews — Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik pelaksanaan Trikarsa Fest 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon di Grage Mall, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung 14–17 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk memperluas pemanfaatan ekonomi dan keuangan digital, mengembangkan ekonomi syariah, sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM daerah untuk berkembang.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan Trikarsa Fest tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi mencerminkan semangat bersama untuk menjaga pergerakan ekonomi daerah agar tetap tumbuh di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam bertransaksi, berbelanja, maupun menjalankan usaha. Kondisi tersebut perlu direspons dengan kesiapan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, regulator, dan masyarakat.

“Trikarsa Fest 2026 menjadi pengingat bahwa ekonomi Kota Cirebon harus terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Kita tidak cukup hanya bertahan dengan pola lama, tetapi perlu membuka ruang bagi inovasi dan cara-cara baru yang membuat kegiatan ekonomi semakin mudah, cepat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa di kawasan Ciayumajakuning, Kota Cirebon memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi wilayah. Karena itu, perubahan menuju ekosistem ekonomi digital perlu diikuti dengan langkah nyata agar pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, tidak tertinggal.

“Sekarang batas antara pasar konvensional dan ruang digital semakin tipis. Pelaku UMKM harus melihat perubahan ini sebagai peluang untuk memperluas pasar. Digitalisasi bukan hanya soal menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membuat transaksi lebih efisien, memperluas jangkauan konsumen, dan meningkatkan transparansi,” katanya.

Wali Kota menilai fokus Trikarsa Fest 2026 terhadap ekonomi dan keuangan digital, ekonomi syariah, serta pengembangan UMKM memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Ketiga aspek tersebut dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti keberadaan berbagai inisiatif dalam rangkaian kegiatan, salah satunya Cirebon QRIS Run. Menurutnya, pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk semakin terbiasa dengan transaksi yang praktis sekaligus aman.

“Ketika UMKM masuk ke ekosistem digital, akses mereka terhadap pasar menjadi lebih terbuka. Proses transaksi juga dapat dilakukan dengan lebih praktis. Ini tentu menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita,” ungkapnya.

Selain digitalisasi, Wali Kota juga melihat pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian yang relevan dengan karakter masyarakat Kota Cirebon. Ekonomi syariah, menurutnya, dapat menjadi salah satu pilihan dalam membangun sistem ekonomi yang mengedepankan prinsip keadilan dan ketahanan.

Namun demikian, Wali Kota menegaskan bahwa transformasi ekonomi tidak dapat berjalan hanya melalui program dan kebijakan yang berhenti pada tataran perencanaan. Pelaksanaannya harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Program yang baik harus hadir dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, Bank Indonesia, pelaku UMKM, dan seluruh pihak menjadi sangat penting. Kita ingin membangun ekosistem ekonomi yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, sekaligus menjaga daya beli,” tuturnya.

Wali Kota mengajak masyarakat Kota Cirebon untuk memanfaatkan pelaksanaan Trikarsa Fest 2026 dengan sebaik-baiknya. Masyarakat juga diharapkan ikut memberikan dukungan terhadap produk-produk UMKM lokal serta mulai membiasakan diri menggunakan transaksi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Perekonomian daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Ada peran pelaku usaha dan masyarakat di dalamnya. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mengenal dan membeli produk UMKM Cirebon, sekaligus menjadi bagian dari perubahan menuju transaksi digital yang lebih efisien dan aman,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi yang terbangun melalui Trikarsa Fest dapat terus berlanjut dan menghasilkan berbagai langkah konkret bagi perekonomian Kota Cirebon.

“Harapan kita, kolaborasi seperti ini tidak berhenti setelah festival selesai. Semangatnya harus terus berjalan sehingga Cirebon memiliki tata kelola ekonomi yang tangguh, inklusif, dan mampu bersaing,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.