Kasdim 0724/Boyolali Pimpin Upacara Pemakaman Militer, Lepas Prajurit Terbaik dengan Penghormatan Terakhir

oleh -432 Dilihat

Boyolali DjalapaksiNews – Suasana duka menyelimuti Dukuh Ngrancah, Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Selasa (18/8/2026). Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya memimpin upacara pemakaman militer almarhum Mayor Inf Purn Sukarjiman yang meninggal dunia karena sakit.

Upacara pemakaman militer tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir TNI kepada almarhum yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Prosesi berlangsung khidmat sebagai wujud penghargaan atas jasa, pengabdian, serta loyalitas almarhum selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD.

Dalam amanatnya, Mayor Inf Sri Suraya menyampaikan bahwa pemakaman militer merupakan tradisi sekaligus bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang telah memberikan dharma baktinya kepada bangsa dan negara.

“Sudah seharusnya kita mengenang dan menghormati segala jasa-jasa almarhum sebagai panutan dalam mengemban tugas kepada bangsa dan negara. Kami juga memohon agar segala kesalahan dan kekhilafan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, dapat dimaafkan, serta mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Kasdim menambahkan, kepergian Mayor Inf Purn Sukarjiman merupakan kehilangan bagi keluarga besar TNI. Almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang memegang teguh prinsip perjuangan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta memiliki dedikasi dan disiplin tinggi dalam melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Sebelum memasuki masa purna tugas, almarhum pernah menjadi bagian dari keluarga besar Kodim 0723/Klaten dan menjabat sebagai Kasdim 0723/Klaten. Selama berdinas, almarhum dikenal memiliki semangat pengabdian yang tinggi serta senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi satuan, bangsa dan negara.

“Atas nama Negara, Tentara Nasional Indonesia, keluarga besar Kodim 0724/Boyolali dan seluruh yang ditinggalkan, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya disertai doa yang tulus kepada almarhum. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan. Kepergian ini merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkas Kasdim

Upacara pemakaman militer tersebut ditutup dengan penghormatan terakhir kepada almarhum. Keheningan prosesi menjadi simbol penghargaan atas pengabdian panjang seorang prajurit yang telah mengabdikan hidupnya demi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.