Maulid Nabi di Karangmekar, Ukhuwah Diperkuat, Tradisi Keislaman Dirawat, Akhlak Rasul Jadi Teladan

oleh -43 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) Jam’iyah Waqi’ah Permata Hati Karangsembung ke-9 dan Jam’iyah Nur Muhammad ke-12 digelar di Pondok Pesantren Hikmah Mahabbatul Qur’an, Desa Karangmekar, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali pembukaan oleh ISHARI Kecamatan Karangsembung, dilanjutkan tahlil yang dipimpin KH. Uki Marzuki Al-Hafidz, pembacaan Surat Al-Waqi’ah, serta Maulid Ad-Diba’i bersama Jam’iyah Nur Muhammad.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Mau’idzoh Hasanah oleh KH. Lukman Hakim Al-Hafidz. Tausiyah tersebut menjadi bagian penting untuk mengingatkan jamaah agar kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, kemudian pemberian hadiah dan tawurji yang melibatkan H. Tarmadi, S.H. bersama UPZIS Kecamatan Karangsembung.

Peringatan Maulid Nabi dan Harlah dua jam’iyah tersebut memiliki makna lebih luas. Selain mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, momentum ini menjadi pengingat pentingnya meneladani akhlak Rasulullah melalui kejujuran, kepedulian, amanah, serta menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.

Sementara bertambahnya usia Jam’iyah Waqi’ah Permata Hati dan Jam’iyah Nur Muhammad diharapkan menjadi momentum evaluasi untuk terus meningkatkan kiprah dan memberikan manfaat nyata bagi jamaah maupun masyarakat.

Sementara itu pengasuh  Pondok Pesantren Hikmah Mahabbatul Qur’an Kiyai Muhyiddin Sofwan mengatakan bahwa sebagai lokasi kegiatan juga mempertegas peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, sekaligus ruang silaturahmi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara pesantren, tokoh agama, jam’iyah dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Tradisi keislaman tidak hanya dipertahankan, tetapi juga mampu diwariskan kepada generasi muda dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara. Pesan dan keteladanan Rasulullah SAW harus dibawa pulang oleh setiap jamaah untuk diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Dari Karangmekar, semangat Maulid diharapkan menjadi energi untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga tradisi keislaman, serta menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.