Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Mushollah Al Kautsar Setu Wetan: Merayakan Cinta Rasul dengan Kebersamaan dan Akhlak Mulia

oleh -32 Dilihat

CIREBON DjalapaksiNews — Cahaya keimanan dan rasa cinta yang mendalam kepada Baginda Rasulullah SAW kembali menyinari hati warga Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru. Pada hari Rabu, 9 September 2026, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026/1448 Hijriah, Mushollah Al Kautsar yang terletak di Blok Bandung, RT. 11, RW. 04, menjadi pusat berkumpulnya warga yang ingin merayakan kelahiran junjungan mereka dengan penuh syukur dan kekhidmatan.

Suasana di sekitar Mushollah Al Kautsar sejak pagi hari sudah tampak begitu hidup dan hangat. Warga bergotong royong menyiapkan tempat, menghias lingkungan dengan sederhana namun penuh makna, dan mempersiapkan segala kebutuhan acara dengan semangat kebersamaan yang kental. Ketika waktu acara tiba, jamaah mulai berdatangan satu per satu, mengenakan pakaian terbaik mereka dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Acara yang digelar dengan nuansa kekeluargaan yang kental ini berjalan dengan sangat lancar, tertib, dan khidmat dari awal hingga akhir, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap orang yang hadir.

Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Pemerintah, Bentuk Dukungan Nyata

Kegiatan peringatan Maulid Nabi di Mushollah Al Kautsar tahun ini terasa semakin istimewa karena mendapatkan kehormatan dihadirinya tokoh-tokoh penting dari pemerintah daerah dan masyarakat. Di antaranya adalah Bapak Camat Weru Abdul Roup, S.H., M.H., yang kehadirannya di tengah-tengah warga menunjukkan dukungan nyata pemerintah kecamatan terhadap kegiatan keagamaan yang mampu mempererat tali silaturahmi dan membangun karakter masyarakat yang berakhlak mulia.

Turut hadir mendampingi adalah Kuwu Setu Wetan Nur Wahyudi Sy., pemimpin tertinggi di tingkat desa yang selalu dekat dengan warganya. Kehadiran beliau dalam acara ini menjadi bukti bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya urusan kelompok pengajian atau warga per blok saja, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat desa yang harus didukung dan dilestarikan bersama.

Hadroh Bahrunnajah Ditpolairud: Menggema Sholawat, Membangkitkan Cinta Rasul

Rangkaian peringatan Maulid Nabi dibuka dengan sangat meriah dan menggugah jiwa melalui penampilan grup Hadroh Bahrunnajah Ditpolairud Polda Jawa Barat. Kehadiran grup hadroh yang beranggotakan personel kepolisian ini memberikan nuansa yang unik dan membanggakan, menunjukkan bahwa semangat mencintai Nabi Muhammad SAW juga tumbuh subur di jajaran aparat penegak hukum.

Di bawah pimpinan Aipda Opang Sopari, grup hadroh ini memukau seluruh jamaah dengan lantunan sholawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang mengalun begitu merdu, syahdu, dan penuh penghayatan. Setiap dentang rebana dan setiap lirik sholawat yang terucap seolah-olah menjadi jembatan yang menghubungkan hati para jamaah dengan kecintaan yang mendalam kepada Baginda Rasulullah.

Tidak hanya menjadi hiburan semata, irama hadroh yang bersemangat dan penuh syahdu tersebut juga mengiringi marhaban warga Blok Bandung yang berjalan dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan. Warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak yang lucu-lucu hingga orang tua yang sudah beruban, bersama-sama menyanyikan sholawat dengan penuh semangat. Suasana ini benar-benar menggambarkan betapa eratnya persaudaraan dan betapa dalamnya kecintaan warga Blok Bandung kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagai pembawa acara yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat lancar, komunikatif, dan penuh kehangatan adalah Ustadz Yadi. Beliau dengan cekatan dan bijaksana menyusun serta mengatur jalannya acara demi acara, sehingga seluruh rangkaian peringatan dapat berjalan sesuai rencana, tidak terasa kaku, dan tetap menjaga kekhidmatan suasana perayaan.

Sambutan Camat Weru: Jadikan Akhlak Nabi sebagai Teladan Kehidupan

Setelah rangkaian marhaban dan penampilan hadroh yang membangkitkan semangat selesai, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan-sambutan yang penuh makna. Sambutan pertama diisi oleh Bapak Camat Weru Abdul Roup, S.H., M.H. yang menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan warga yang telah bekerja keras dengan semangat gotong royong sehingga peringatan Maulid Nabi tahun ini dapat terselenggara dengan baik, aman, dan penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Camat Abdul Roup juga menyampaikan pesan yang sangat mendalam. Beliau berpesan kepada seluruh warga agar semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang meluap-luap dalam peringatan ini tidak boleh hanya berhenti pada peringatan seremonial semata atau sekadar momen tahunan. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam perilaku dan akhlak sehari-hari yang meneladani sifat-sifat mulia Baginda Rasulullah.

Beliau menekankan bahwa jika setiap warga mampu meneladani kejujuran, keadilan, kesabaran, kasih sayang, dan kerendahan hati Nabi Muhammad SAW, maka kehidupan bermasyarakat di Desa Setu Wetan khususnya dan Kecamatan Weru umumnya akan menjadi semakin harmonis, aman, damai, dan sejahtera. Peringatan Maulid Nabi, menurut beliau, harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tausiah Mendalam Kiyai Alfian Syah Hutagalung: Meneladani Perjalanan Hidup Rasulullah

Inti dan puncak dari seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi ini kemudian diisi dengan tausiah yang sangat mendalam, inspiratif, dan menyentuh hati yang disampaikan oleh Kiyai Muhammad Alfian Syah Hutagalung. Dengan gaya bahasa yang lembut namun tegas, penuh hikmah dan contoh-contoh nyata, Kiyai Alfian membawa seluruh jamaah seolah-olah berjalan kembali menelusuri perjalanan hidup Nabi Besar Muhammad SAW.

Beliau memulai dengan menceritakan masa kelahiran dan masa kecil Rasulullah yang penuh dengan keistimewaan, bagaimana Beliau tumbuh menjadi sosok yang dikenal oleh masyarakat Quraisy sebagai Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya karena kejujurannya yang tak tergoyahkan. Kiyai Alfian kemudian melanjutkan cerita tentang perjuangan berat Rasulullah dalam menerima wahyu pertama di Gua Hira, hingga perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dalam menyebarkan ajaran tauhid di tengah masyarakat yang saat itu masih jahiliyah.

Lebih dari sekadar menceritakan sejarah, Kiyai Alfian menekankan makna dan pelajaran berharga yang dapat diambil dari setiap fase kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan bagaimana kesabaran Rasulullah dalam menghadapi berbagai cobaan dan hinaan harus menjadi teladan bagi kita semua ketika menghadapi kesulitan hidup. Bagaimana kasih sayang dan keadilan Beliau kepada semua makhluk, bahkan kepada musuh sekalipun, harus menjadi inspirasi dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Tausiah yang disampaikan dengan penuh penghayatan ini membuat seluruh jamaah yang hadir menjadi termenung, semakin merindukan sosok Baginda Rasulullah, dan termotivasi untuk meneladani sifat-sifat mulia Beliau dalam kehidupan sehari-hari. Banyak jamaah yang tampak haru mendengarkan setiap kalimat hikmah yang keluar dari mulut Kiyai Alfian, seolah-olah mereka ingin menyerap setiap butir nasihat yang diberikan untuk bekal kehidupan mereka.

Suksesnya Acara Berkat Gotong Royong dan Dukungan Donatur

Ketika dikonfirmasi oleh awak media seusai acara berlangsung, Rian Hadiansah, yang juga merupakan anggota Ditpolairud Polda Jabar sekaligus menantu dari Bapak H. Ateng selaku donatur utama acara ini, menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan kebanggaan yang tak terhingga melihat kelancaran, kemeriahan, dan kekhidmatan peringatan Maulid Nabi tahun ini.

Beliau menegaskan dengan tulus bahwa suksesnya acara yang berjalan begitu lancar dan penuh kehangatan ini bukanlah hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan buah dari kerja sama yang solid dan semangat gotong royong yang luar biasa dari seluruh warga Blok Bandung. Mulai dari persiapan jauh-jauh hari, membersihkan tempat, memasak hidangan, hingga menjadi panitia di hari-H, semua dilakukan dengan suka rela dan penuh keikhlasan.

Rian juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pak RT. 11 Ade Rasidi yang dinilainya telah memberikan kepemimpinan yang baik, bekerja keras tanpa mengenal lelah, dan mampu menggerakkan seluruh warga untuk bekerja sama demi kesuksesan acara ini. Dukungan moril maupun materiil dari donatur utama, Bapak H. Ateng, juga diakui sebagai bagian penting yang membuat acara ini dapat terselenggara dengan layak, meriah, dan dapat dinikmati oleh seluruh warga tanpa kekurangan.

Harapan untuk Masa Depan: Lebih Meriah, Lebih Bermakna

Di akhir perbincangan, Rian Hadiansah juga menyampaikan harapannya yang besar dan tulus untuk masa depan peringatan Maulid Nabi di Mushollah Al Kautsar. Beliau berharap agar pada tahun-tahun mendatang, acara ini dapat diselenggarakan dengan lebih meriah, lebih besar, lebih ramai, dan tentu saja lebih sukses lagi dibandingkan dengan tahun ini.

Namun, lebih dari sekadar kemeriahan acara, Rian juga berharap bahwa semangat dan nilai-nilai luhur yang dihidupkan dalam peringatan Maulid Nabi ini dapat terus membekas di hati setiap warga. Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang terbangun begitu kuat dalam acara ini dapat terus dijaga, dipupuk, dan ditingkatkan oleh seluruh warga Blok Bandung, sehingga kehidupan bertetangga menjadi semakin rukun, damai, dan penuh berkah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Mushollah Al Kautsar ini telah berlalu, namun jejak kebaikannya dan semangat kecintaannya kepada Rasulullah diyakini akan terus hidup dan menginspirasi setiap warga untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.