KODIM SRAGEN DjalapaksiNews – Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Bukan sekadar memberikan imbauan, Babinsa Desa Gesi, Koramil 12/Gesi, Kodim 0725/Sragen, turun langsung membantu warga dalam pembangunan talud jalan di Dukuh Tirtomulyo, Desa Gesi, Kecamatan Gesi.
Sejak pagi, personel Koramil berbaur dengan masyarakat. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan mengerahkan tenaga bersama untuk mendukung proses pembangunan talud.
Bagi Babinsa, kegiatan tersebut bukan semata-mata membantu pekerjaan fisik warga. Lebih dari itu, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian dari pembinaan teritorial sekaligus upaya mempererat hubungan emosional antara TNI dengan warga binaan.
Sertu Heri P mengatakan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk selalu mengetahui kondisi masyarakat di wilayah binaannya. Karena itu, ketika ada kegiatan yang membutuhkan keterlibatan dan gotong royong warga, pihaknya berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan.
“Kami hadir untuk membantu warga sekaligus menjalin silaturahmi. Ini juga merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya gotong royong seperti yang dilakukan warga Dukuh Tirtomulyo perlu terus dipertahankan. Selain membuat pekerjaan menjadi lebih ringan, kebersamaan tersebut juga dapat memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.
Pembangunan talud jalan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kondisi infrastruktur lingkungan agar lebih baik. Talud juga menjadi bagian penting dalam menjaga konstruksi jalan dan lingkungan dari potensi kerusakan akibat aliran air maupun kondisi tanah.
Di sela kegiatan, Babinsa juga berinteraksi langsung dengan warga. Momen tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi dan mengetahui perkembangan kondisi masyarakat secara lebih dekat.
“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkomunikasi langsung dengan warga. Dengan sering turun ke lapangan, hubungan antara Babinsa dan masyarakat akan semakin dekat,” kata Sertu Heri.
(Utoyo)








