DKPPP Kota Cirebon Bagikan Inovasi Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas kepada Peserta PKA BPSDM Jawa Barat

oleh -12 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews, (16/9/2026) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon berbagi inovasi ketahanan pangan berbasis komunitas dalam kegiatan Studi Lapangan Manajemen Kinerja (STULA) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (14–16 September 2026), tersebut menjadikan DKPPP dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon sebagai lokus pembelajaran tata kelola kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Peserta PKA Tinjau Pertanian Perkotaan

Sebanyak 40 peserta PKA Angkatan II dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak 20 peserta ditugaskan ke DKUKMPP, sedangkan 20 peserta lainnya mengikuti kegiatan di DKPPP Kota Cirebon.

Rangkaian kunjungan diawali dengan penerimaan resmi di Kantor Sekretariat Daerah Kota Cirebon pada Senin (14/9/2026). Selanjutnya, kelompok peserta yang ditugaskan ke DKPPP menjalani kegiatan penggalian strategi manajemen kinerja instansi pada Selasa (15/9/2026).

Agenda ditutup dengan peninjauan langsung ke Kelompok Tani (Poktan) Hortipark Agrigardina, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Rabu pagi (16/9/2026).

Lokasi tersebut menjadi contoh nyata pengembangan pertanian perkotaan. Lahan yang sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah dan terbengkalai berhasil diubah menjadi lahan pangan produktif.

Transformasi ini menunjukkan bagaimana lahan terbatas di kawasan perkotaan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian pangan dan pemberdayaan masyarakat.

DKPPP Dorong Inovasi Pangan Terpadu

Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh, SP., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya DKPPP sebagai lokus studi lapangan bagi peserta PKA BPSDM Jawa Barat.

> “Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kehadiran para peserta STULA PKA Angkatan II BPSDM Jabar. Momentum ini menjadi wadah strategis bagi kami untuk saling berbagi inovasi serta mengevaluasi sejauh mana akuntabilitas dan manajemen kinerja program pangan serta pertanian di Kota Cirebon mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.”

Menurut Elmi, DKPPP Kota Cirebon terus berupaya mengoptimalkan lahan terbatas di wilayah perkotaan melalui integrasi program ketahanan pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Konsep ini menyinergikan budidaya tanaman pangan dengan peternakan dan perikanan untuk meminimalkan limbah sekaligus meningkatkan produktivitas.

Perkuat Akses Pangan dan Gizi Masyarakat

Selain pengembangan pertanian terpadu, DKPPP Kota Cirebon juga memaparkan sejumlah program unggulan dalam mendukung tata kelola ekonomi pangan dan pelayanan kepada masyarakat.

Program tersebut di antaranya Gerakan Pangan Murah (GPM) Pojok Stunting atau GPM Posting, yang menyasar pemberian dukungan gizi berupa ikan dan telur ayam kepada penderita stunting.

DKPPP juga mengoptimalkan GPM Mobil Pangan Keliling (GPM Mol Pangling) untuk membantu menjangkau stabilitas pasokan pangan di tingkat kelurahan.

Elmi menilai, antusiasme peserta saat melihat langsung transformasi Poktan Hortipark Agrigardina menjadi bukti bahwa kepemimpinan dan manajemen kinerja yang inklusif dapat melahirkan inovasi berbasis komunitas yang berkelanjutan.

“Kami berharap inovasi-inovasi yang ada di Kota Cirebon ini dapat diadopsi, diadaptasi, dan dikembangkan oleh para peserta di instansi asal mereka masing-masing,” harapnya.

Dorong Tata Kelola Pangan Berkelanjutan

Melalui kegiatan studi lapangan tersebut, DKPPP Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik serta memperkuat tata kelola ekonomi daerah berbasis ketahanan pangan mandiri.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan program pangan dan pertanian, tetapi juga memperlihatkan potensi kolaborasi serta pemberdayaan masyarakat dalam mengubah lahan perkotaan menjadi sumber pangan yang produktif.

Setelah menyelesaikan seluruh agenda studi lapangan dan menyusun laporan komprehensif, rombongan peserta PKA bertolak kembali menuju BPSDM Jawa Barat di Bandung pada Rabu siang.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.