PASIEN DENGAN GANGGUAN GINJAL INGIN BEKAM? APA YANG HARUS DIKAJI TERLEBIH DAHULU?

oleh -26 Dilihat

Depok-//DJALAPAKSINEWS// — (17/09/2026), Pasien datang dengan keluhan nyeri, pegal, atau asam urat tinggi, lalu mengatakan:

“Saya ingin bekam, tapi saya punya gangguan ginjal. Boleh tidak?”

Jawabannya tidak cukup hanya “boleh” atau “tidak boleh”.

Terapis perlu memahami kondisi pasien secara menyeluruh sebelum menentukan apakah bekam dapat dilakukan atau justru perlu ditunda dan pasien diarahkan untuk mendapatkan evaluasi medis terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

🔹 Seberapa berat gangguan fungsi ginjalnya?
🔹 Apakah pasien sedang menjalani dialisis?
🔹 Bagaimana kondisi tekanan darah dan keadaan umum pasien?
🔹 Apakah ada gangguan pembekuan darah atau penggunaan obat tertentu?
🔹 Apakah terdapat anemia, mudah berdarah, atau kondisi lain yang meningkatkan risiko?
🔹 Apa tujuan bekam dan keluhan utama yang sedang dialami pasien?

Karena tidak semua pasien dengan gangguan ginjal berada dalam kondisi yang sama.

Di sinilah pentingnya kemampuan terapis dalam anamnesis, skrining risiko, membaca kondisi pasien, dan menentukan pendekatan terapi secara bijak.

*Jangan hanya melihat keluhannya.
Kenali kondisi pasiennya.*

Bekam bukan sekadar menentukan titik, tetapi juga tentang memahami kapan terapi dapat dilakukan, kapan perlu berhati-hati, dan kapan harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Terapis yang baik bukan yang selalu mengatakan “bisa dibekam”, tetapi yang mampu mengambil keputusan berdasarkan kondisi pasien.//Dewi//

Alamat GMI: Jl. Lembah Hijau No.34, Mekarsari, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

No More Posts Available.

No more pages to load.