Jaka Rara 2026 Jadi Bagian Duta Pariwisata dan Literasi Keuangan Kota Cirebon

oleh -7 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews – Sebanyak 22 finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 mengikuti Grand Final yang digelar di Grage City Hub, Sabtu (19/9/2026). Terdiri dari 11 Jaka dan 11 Rara, para finalis tersebut merupakan perwakilan dari 22 kelurahan yang ada di Kota Cirebon.

Grand Final Jaka Rara Kota Cirebon 2026 menjadi rangkaian akhir setelah para peserta melewati sejumlah tahapan seleksi dan pembinaan. Malam puncak tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menentukan figur yang akan dipercaya membawa nama Kota Cirebon sebagai duta pariwisata dan budaya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh finalis yang telah mengikuti proses hingga tahap Grand Final. Menurutnya, keberadaan Jaka Rara tidak semata-mata berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menyangkut wawasan, kemampuan berkomunikasi, kepedulian sosial, serta pemahaman terhadap potensi daerah.

“Predikat Jaka dan Rara bukanlah sekadar instrumen visual untuk mempromosikan daerah. Lebih dari itu, mereka harus menjadi wujud nyata dari kapasitas generasi muda Kota Cirebon yang berwawasan luas, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap arah pembangunan kotanya,” ujarnya.

Ia menilai, duta pariwisata memiliki ruang yang luas untuk memperkenalkan Kota Cirebon kepada masyarakat, tidak hanya dari sisi sejarah dan budaya, tetapi juga perkembangan ekonomi dan kreativitas masyarakatnya.

Menurut Wakil Wali Kota, pariwisata dan kebudayaan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor lain, termasuk UMKM, industri kreatif, investasi hingga inklusi keuangan. Karena itu, Jaka Rara diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem yang ikut memperkenalkan berbagai potensi Kota Cirebon.

“Saat Jaka dan Rara mempromosikan Kota Cirebon, mereka juga secara tidak langsung sedang mempromosikan produk-produk lokal, membuka peluang investasi, dan membantu menggerakkan kesejahteraan masyarakat luas. Inilah peran generasi muda yang komprehensif,” katanya.

Wakil Wali Kota juga mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon yang secara konsisten menyelenggarakan pembinaan Jaka Rara. Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

“Keberhasilan acara malam ini adalah bukti nyata dari kolaborasi yang sehat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Terima kasih karena telah bergotong royong merawat iklim kreativitas dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di Kota Cirebon,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, mengatakan pelaksanaan Grand Final tahun ini memiliki suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak digelar di dalam ruangan, Grand Final Jaka Rara 2026 dilaksanakan secara terbuka atau outdoor di Grage City Hub.

“Biasanya Grand Final kita lakukan di ruang tertutup atau ballroom. Tahun ini kita mencoba suasana yang berbeda dengan konsep outdoor. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman ke depan untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pemilihan duta pariwisata, Jaka Rara Kota Cirebon 2026 juga memiliki peran tambahan sebagai bagian dari Duta Literasi Keuangan. Agus menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon serta para sponsor dan mitra yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Jaka Rara tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari Duta Literasi Keuangan. Kami berterima kasih kepada OJK dan seluruh sponsor serta mitra yang telah memberikan dukungan. Mudah-mudahan kolaborasi ini membawa manfaat dan anak-anak kita bisa semakin mengembangkan bakatnya untuk dipersiapkan menjadi Duta Pariwisata Kota Cirebon,” katanya.

Agus berharap pengalaman yang diperoleh para finalis selama proses seleksi dan pembinaan tidak berhenti setelah malam Grand Final. Ia ingin para peserta terus mengembangkan kemampuan dan memiliki kesempatan untuk membawa nama Kota Cirebon ke tingkat yang lebih luas.

“Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Namun, kami memaknai kekurangan tersebut sebagai bagian dari evaluasi untuk menjadi lebih baik ke depannya. Kami mohon doa dan dukungan dari para orang tua, mudah-mudahan anak-anak kita bisa berkarier lebih besar, bukan hanya untuk Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (*/Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.