CIREBON, DjalapaksiNews – Langit tidak hanya menyuguhkan keindahan Matahari, Bulan, dan bintang, tetapi juga menyimpan berbagai fenomena alam yang dapat dipelajari melalui ilmu pengetahuan.
Hal tersebut diperkenalkan Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kegiatan Falak Goes to School di MAN 1 Cirebon, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “Explore the Sky: Mengenal Astronomi, Memahami Ilmu Falak”, kegiatan tersebut mengajak para siswa mengenal astronomi sekaligus memahami keterkaitannya dengan Ilmu Falak dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diikuti siswa-siswi MAN 1 Cirebon dan dihadiri Kepala MAN 1 Cirebon, H. Sofi, bersama para guru dan pendamping. Turut hadir Kepala Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon, Zainul Alim, para dosen, narasumber, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Falak.
Mengenal Langit dari Perspektif Sains dan Islam
Kepala Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon, Zainul Alim, menjelaskan bahwa astronomi merupakan ilmu yang sangat dekat dengan kehidupan manusia.
Menurutnya, berbagai fenomena seperti pergantian siang dan malam, pergerakan Matahari dan Bulan, waktu, hingga gerhana dapat menjadi sarana untuk memahami keteraturan alam semesta.
Dalam tradisi keilmuan Islam, kajian terhadap benda-benda langit kemudian berkembang menjadi Ilmu Falak. Ilmu tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai kebutuhan umat Islam, antara lain penentuan waktu salat, arah kiblat, kalender Hijriah, awal bulan kamariah, serta pengamatan gerhana.
“Langit bukan hanya untuk dipandang, tetapi juga untuk dipelajari. Dari langit kita dapat belajar tentang keteraturan alam, waktu, arah, sekaligus mengenal bagaimana khazanah keilmuan Islam berkembang melalui kajian terhadap alam semesta,” ujar Zainul.
Ia juga menjelaskan bahwa mempelajari Ilmu Falak menjadi bagian dari upaya mengenal tradisi ilmiah para ilmuwan Muslim yang mengembangkan pengetahuan melalui pengamatan, perhitungan, serta penggunaan berbagai instrumen.
Pembelajaran Dibuat Interaktif
Kepala MAN 1 Cirebon, H. Sofi, mengapresiasi pelaksanaan Falak Goes to School. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena mempertemukan pengetahuan sains dengan praktik keagamaan.
Ia berharap kegiatan itu dapat memperluas wawasan siswa mengenai astronomi, teknologi, dan Ilmu Falak sekaligus membuka peluang bagi mereka yang tertarik mendalami bidang tersebut di jenjang perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan materi “Mengenal Astronomi: Menjelajahi Langit dan Fenomena Alam Semesta” yang disampaikan Rizal Ramadhan.
Materi dikemas secara populer dan interaktif. Para siswa diajak mengenal benda-benda langit, tata surya, serta hubungan antara Bumi, Bulan, dan Matahari.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi tanya jawab dan kuis. Mereka berkesempatan menguji pengetahuan sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai fenomena yang terjadi di langit.
Siswa Diperkenalkan dengan Peralatan Ilmu Falak
Tidak berhenti pada materi, para siswa juga mendapatkan pengenalan secara langsung terhadap berbagai peralatan Ilmu Falak.
Pengenalan dan demonstrasi peralatan tersebut disampaikan Rifqi Muslim. Siswa diperkenalkan dengan nama, fungsi, serta penggunaan alat yang berkaitan dengan kajian Ilmu Falak, termasuk untuk penentuan arah kiblat, waktu, dan pengamatan astronomi.
Melalui pembelajaran tersebut, astronomi, sains, teknologi, dan khazanah keilmuan Islam dipertemukan dalam pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.
Falak Goes to School merupakan bagian dari program edukasi dan pengabdian kepada masyarakat Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap astronomi dan Ilmu Falak serta membuka pandangan bahwa langit merupakan ruang belajar yang luas untuk memahami alam semesta.
Rasa ingin tahu terhadap langit yang tumbuh sejak bangku sekolah diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi yang tertarik untuk meneliti, memahami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan di masa mendatang.
( Utoyo )









