Bawa Bukti dari Lapangan, Prof. Abdul Aziz Paparkan Riset Smart Farming di USIM Malaysia

oleh -84 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews – Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong pengembangan riset yang berdampak bagi masyarakat terus diperkuat. Salah satunya melalui kiprah Prof. Abdul Aziz dalam memaparkan hasil riset mengenai smart farming di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Aziz tidak hanya menyampaikan konsep dan kajian akademik, tetapi juga membawa bukti serta temuan yang diperoleh dari lapangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menunjukkan bagaimana teknologi pertanian dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi nyata masyarakat.

Riset smart farming menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi pertanian yang semakin pesat. Konsep ini memungkinkan pemanfaatan teknologi digital untuk membantu proses budidaya agar lebih terukur, efisien, dan sesuai dengan kondisi lahan maupun kebutuhan petani.

USIM sendiri memiliki perhatian terhadap pengembangan riset dan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian. Ekosistem riset USIM diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang memiliki dampak serta dapat dikembangkan melalui jejaring akademik dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Dalam konteks tersebut, pemaparan Prof. Abdul Aziz menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Temuan dari lapangan yang disampaikan memberikan gambaran bahwa pengembangan smart farming tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial, kemampuan pengguna, kebutuhan petani, serta karakteristik lingkungan pertanian.

Pemanfaatan teknologi dalam pertanian dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari pemantauan kondisi lahan, pengelolaan air dan pemupukan hingga penggunaan perangkat digital untuk membantu pengambilan keputusan. Di Malaysia, misalnya, riset mengenai smart farming pada petani padi menunjukkan bahwa penerapan teknologi juga dipengaruhi oleh tantangan serta faktor kesiapan dan penerimaan petani.

Sementara itu, pengalaman pengembangan teknologi pertanian di USIM menunjukkan bahwa teknologi Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan proses pemupukan, penyiraman, hingga pemantauan tanaman melalui perangkat pintar. Inovasi tersebut dikembangkan untuk mendukung efisiensi pertanian sekaligus membuka peluang penerapan precision agriculture.

Karena itu, riset smart farming yang dipaparkan Prof. Abdul Aziz memperlihatkan pentingnya menghubungkan kajian akademik dengan persoalan konkret di lapangan. Data dan pengalaman empiris menjadi pijakan untuk menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pertukaran gagasan dengan perguruan tinggi di Malaysia diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas dalam bidang penelitian, inovasi teknologi, serta pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui riset yang berbasis pada bukti lapangan, perguruan tinggi diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan pertanian modern. Smart farming menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.