Boyolali, DjalapaksiNews — Suasana pagi di Makodim 0724/Boyolali, Rabu (30/09/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 145 siswa MI Muhammadiyah Drasan, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, memenuhi halaman Makodim dengan wajah ceria dan penuh rasa ingin tahu.
Kedatangan mereka bukan untuk kegiatan biasa. Dipimpin Kepala Sekolah rombongan siswa tersebut mengunjungi Makodim 0724/Boyolali dalam rangka mengenal lebih dekat profesi TNI Angkatan Darat sekaligus menambah wawasan anak-anak tentang tugas dan kehidupan prajurit.
Senyum dan tawa ceria terlihat dari wajah para siswa ketika mereka diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan yang digunakan prajurit TNI. Rasa penasaran pun semakin besar saat anak-anak diajak berkeliling lingkungan Makodim. Berbagai hal baru yang mereka lihat menjadi pengalaman menarik sekaligus pembelajaran yang menyenangkan.
Kepala MI Muhammadiyah Drasan, Bapal Siswanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kodim 0724/Boyolali yang telah menyambut para siswa dengan hangat serta memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal profesi TNI secara langsung.
“Terima kasih atas sambutan yang diberikan Kodim 0724/Boyolali. Kami senang melihat anak-anak begitu antusias dan ceria mengikuti kegiatan ini. Semoga pengalaman ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ungkap Siswanto.
Sementara itu, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran anak-anak di Makodim menjadi bagian dari komunikasi kreatif untuk mengenalkan lingkungan TNI kepada generasi sejak usia dini.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran anak-anak MI Muhammadiyah Drasan. Makodim bisa menjadi salah satu wahana belajar bagi anak-anak untuk mengenal profesi TNI, termasuk tugas serta perlengkapan yang dimiliki prajurit,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kegiatan bersama anak-anak harus dikemas secara humanis, santai dan menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat memperoleh pengalaman baru tanpa merasa canggung atau takut berada di lingkungan militer.
“Kita buat kegiatan ini sebagai ajang belajar sambil bermain. Yang terpenting, anak-anak merasa senang, mendapatkan pengalaman baru, sekaligus mengenal TNI dari sisi yang humanis,” pungkasnya.
(Utoyo)










