Minggu Keempat PPL, Mahasiswa Telusuri Potensi Kuliner, UMKM, Wisata hingga Layanan Publik di Kabupaten Cirebon

oleh -38 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews (01/10/2026) – Memasuki minggu keempat pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa kembali turun ke lapangan untuk menggali berbagai potensi dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 30 September 2026 tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari kuliner, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), wisata, pengelolaan sampah, hingga layanan kepemerintahan.

Kegiatan lapangan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh bahan pembuatan konten, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat memahami kondisi, potensi, sekaligus berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pada sektor kuliner, mahasiswa mengunjungi sejumlah pelaku usaha Tahu Gejrot dan Rujak Gamel. Selain menikmati produk kuliner, mahasiswa juga berdialog dengan para penjual untuk mengetahui perjalanan usaha yang mereka jalankan, termasuk sejak kapan usaha tersebut dimulai.

Para pelaku usaha menyampaikan bahwa berjualan kuliner menjadi salah satu mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun jumlah pembeli tidak selalu stabil, mereka tetap berupaya mempertahankan usaha yang telah dijalankan.

Menariknya, usaha Rujak Gamel yang dikunjungi mahasiswa juga telah melibatkan masyarakat sekitar dalam proses kegiatan usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan UMKM tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik usaha, tetapi juga dapat membuka peluang kerja dan sumber penghasilan bagi warga di sekitarnya.

Selain kuliner, mahasiswa menelusuri sektor UMKM dengan mengunjungi usaha pembuatan batu nisan di kawasan Watubelah. Usaha yang telah berlangsung cukup lama tersebut menjadi salah satu bentuk keterampilan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa melihat secara langsung proses kegiatan usaha serta menggali informasi mengenai keberlangsungan usaha yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Di bidang lingkungan, mahasiswa turut menelusuri pengelolaan sampah dengan melihat pemanfaatan maggot sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik. Maggot dimanfaatkan untuk membantu mengolah sampah organik, seperti sisa makanan dan sampah yang berasal dari pasar.

Kegiatan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus potensi pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Sementara itu, pada sektor pariwisata, mahasiswa mengunjungi sejumlah destinasi dan ruang publik yang memiliki potensi untuk dikembangkan serta dikenalkan kepada masyarakat. Beberapa lokasi yang menjadi tujuan penelusuran di antaranya Alun-Alun Pataraksa, Danau Golf Ciperna, dan Trusmi Museum.

Di setiap lokasi, mahasiswa melakukan observasi terhadap kondisi, daya tarik, serta suasana yang ada. Hasil pengamatan tersebut kemudian menjadi bahan untuk penyusunan konten informasi mengenai potensi wisata di Kabupaten Cirebon.

Tidak hanya sektor ekonomi, lingkungan, dan wisata, mahasiswa juga menelusuri layanan kepemerintahan. Mereka mengamati pelayanan yang tersedia di Dinas Sosial Kabupaten Cirebon serta layanan perpustakaan Kabupaten Cirebon.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk memahami bentuk pelayanan publik sekaligus mengetahui fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Setelah seluruh kegiatan lapangan selesai, mahasiswa melanjutkan proses produksi konten dengan mengolah dan mengedit hasil dokumentasi dari setiap lokasi yang dikunjungi. Tahapan tersebut meliputi pemilahan bahan video, penyusunan alur, pengeditan visual, hingga penyesuaian narasi agar informasi dapat disampaikan secara menarik dan mudah dipahami masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan pada minggu keempat PPL ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam melakukan observasi dan produksi konten, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai potensi ekonomi masyarakat, pemberdayaan, pengelolaan lingkungan, pariwisata, serta pelayanan publik di Kabupaten Cirebon.

Pengalaman turun langsung ke lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, sekaligus mendorong mereka untuk mampu mengolah berbagai temuan di masyarakat menjadi informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi publik.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.