Pastikan Aman Dilalui Warga, Danrem 074/Wrt Cek Langsung 9 Jembatan di Boyolali

oleh -158 Dilihat

Boyolali, DjalapaksiNews – Memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., bersama tim dari Korem 074/Wrt dan Denzibang IV/IV Surakarta melakukan pengecekan langsung sejumlah jembatan di wilayah Kodim 0724/Boyolali, Selasa (06/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin turut mendampingi rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung hasil pembangunan sekaligus memastikan kondisi, mutu, serta kelayakan jembatan sebelum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Sedikitnya sembilan lokasi menjadi sasaran pengecekan, yakni Jembatan Beton Desa Sumur, Kecamatan Tamansari; Jembatan Gantung Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro; Jembatan Gantung Desa Nglembu, Kecamatan Sambi; Jembatan Beton dan Jembatan Gantung Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari; Jembatan Gantung Desa Cerme, Jembatan Beton Desa Pilangrejo, serta dua Jembatan Beton di Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek teknis. Tim memastikan kondisi konstruksi, ketahanan tali penggantung (sling), kekuatan pagar pengaman, kesesuaian panjang dan lebar jembatan, hingga keamanan akses jalan menuju lokasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan TNI dalam memastikan infrastruktur yang dibangun memenuhi standar dan aman digunakan masyarakat.

Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pembangunan sejumlah fasilitas tersebut telah mencapai progres 100 persen. Dengan selesainya pembangunan, jembatan-jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama dalam menghubungkan permukiman dengan lahan pertanian, pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun fasilitas umum lainnya.

Keberadaan jembatan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena tidak sekadar menjadi sarana penyeberangan, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah dan aman. Kelancaran akses diharapkan turut mendorong aktivitas sosial serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.

Di akhir peninjauan, tim mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Fasilitas tersebut merupakan aset bersama yang manfaatnya akan terus dirasakan apabila dipelihara dengan baik, sehingga tetap aman, kuat, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.