Mahasiswi Pariwisata Syariah UIN Siber Cirebon Tembus Riset Internasional, Bawa Gagasan Wisata Kesehatan ke Panggung Dunia

oleh -345 Dilihat

CIREBON, DjalapaksiNews — Kiprah mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di kancah akademik internasional kembali mencatatkan prestasi. Rizki Laeli Ramadhani, mahasiswi semester V Program Studi Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menjadi bagian dari tim peneliti yang berhasil menembus ajang International Conference on Culture, Tourism, and Hospitality (ICCTH), (7/10/2026).

Dalam penelitian tersebut, Rizki atau yang akrab disapa Kiki berperan sebagai penulis ketiga melalui karya ilmiah berjudul “Bridging Wellness and Medical Tourism: A Practical Framework for Safe and Culturally Grounded Destination Experiences.”

Keterlibatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Siber Cirebon tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses pengembangan pengetahuan dan riset yang memiliki relevansi global.

Kiki mengaku bersyukur sekaligus bangga mendapatkan kesempatan berkolaborasi dalam penelitian lintas disiplin tersebut.

“Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Bisa terlibat langsung dalam riset lintas disiplin bersama para dosen dan melihat gagasan kami diterima di ajang internasional seperti ICCTH memberikan motivasi besar,” ujarnya.

Menurut Kiki, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran penting mengenai proses penelitian, kerja kolaboratif, serta bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Padukan Pariwisata, Kesehatan, dan Budaya

Riset yang diikuti Kiki dikembangkan melalui kolaborasi tiga peneliti dengan latar belakang keilmuan berbeda. Bagaskoro Rasyid Wicaksono, S.Par., M.Sc., dosen Pariwisata, bertindak sebagai penulis utama. Sementara Mardhah Sastri Utami, S.Si., M.Biomed., dosen Bioteknologi dengan latar belakang pendidikan Biomedis, menjadi penulis kedua.

Kiki kemudian menjadi penulis ketiga dalam penelitian tersebut.

Penelitian ini menawarkan kerangka praktis yang menghubungkan wellness tourism dan medical tourism. Konsep tersebut tidak hanya menempatkan wisata kesehatan sebagai aktivitas perjalanan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, kualitas layanan, landasan medis, serta penghormatan terhadap budaya lokal.

Perspektif pariwisata memberikan perhatian terhadap aspek hospitality, pengalaman wisatawan, dan pengelolaan destinasi. Sementara pendekatan biomedis memperkuat sisi kesehatan, keamanan medis, dan dasar ilmiah dalam pengembangan wisata kesehatan.

Dengan pendekatan lintas disiplin tersebut, pengalaman wisata kesehatan diharapkan dapat dibangun secara lebih aman, berkualitas, berbudaya, sekaligus mampu memenuhi kebutuhan dan kepercayaan wisatawan.

FEBI Apresiasi Keterlibatan Mahasiswa

Dekan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Didi Sukardi, SH., MH., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa FEBI dalam riset yang berhasil diterima pada forum internasional.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi fakultas sekaligus menunjukkan besarnya potensi mahasiswa ketika memperoleh ruang untuk berkolaborasi dan menghasilkan karya akademik.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Program Studi Pariwisata Syariah, Hafni Khairunnisa, M.Sc. Ia menilai keterlibatan Kiki dalam penelitian internasional merupakan pengalaman akademik yang sangat berharga.

Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Pariwisata Syariah lainnya untuk berani melakukan penelitian, membangun kolaborasi, serta membawa perspektif pariwisata syariah ke forum akademik yang lebih luas.

Lebih dari sekadar prestasi mahasiswa, keterlibatan Rizki Laeli Ramadhani dalam riset internasional tersebut menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat berkembang menjadi kontribusi dalam percakapan ilmiah global.

Melalui perpaduan pariwisata, kesehatan, keamanan, dan budaya, riset tersebut sekaligus memperkuat gagasan tentang pengembangan destinasi yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga aman, sehat, berbudaya, dan berorientasi pada kebutuhan manusia.

(Utoyo)

No More Posts Available.

No more pages to load.